Voxpol Center Nilai Efek Jokowi bagi PSI Alami Tantangan Signifikan

Voxpol Center Nilai Efek Jokowi bagi PSI Alami Tantangan Signifikan

Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago, menyoroti tantangan besar bagi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dalam memanfaatkan pengaruh Joko Widodo pada Jumat (15/5/2026). Dilansir dari Nasional, Pangi menilai daya tarik mantan presiden tersebut kini tidak lagi sama seperti periode-periode sebelumnya.

Perubahan sentimen publik terhadap Presiden ke-7 Republik Indonesia tersebut menjadi faktor utama yang dinilai akan menyulitkan langkah politik PSI ke depan. Pangi mengamati bahwa saat ini masyarakat cenderung lebih kritis dalam melakukan evaluasi terhadap kinerja pemerintahan selama satu dekade terakhir.

"Justru hari ini orang memaki, men-downgrade dan mencaci Jokowi di media sosial. Jadi kita lihat nanti namanya usaha ya, enggak apa-apa namanya keyakinan usaha, coba saja, semoga berhasil," ujar Pangi Syarwi Chaniago, Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting.

Meskipun mengakui adanya pergeseran opini, Pangi tetap melihat sosok Jokowi masih dipandang memiliki pengaruh tertentu bagi kader PSI maupun relawan Projo. Namun, ketergantungan yang tinggi terhadap nama besar tersebut dianggap bukan merupakan jaminan mutlak untuk meraih kemenangan dalam kontestasi politik.

Kegagalan PSI menembus ambang batas parlemen pada Pemilu 2024 menjadi rujukan utama atas analisis tersebut, di mana narasi "Jokowisme" terbukti belum cukup kuat membawa partai tersebut ke DPR. Pangi mencermati adanya rencana keterlibatan langsung mantan wali kota Solo itu dalam agenda kampanye mendatang.

"(PSI waktu itu belum lolos) Karena mungkin Jokowinya belum turun gunung. Nah, katanya sekarang Jokowi mau langsung kampanye 24 jam tanpa tidur dari Sabang sampai Merauke. Menyapa, menyalami, bertatap muka ketemu sama masyarakat Indonesia," ujar Pangi Syarwi Chaniago, Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting.

Pangi menambahkan bahwa ketergantungan PSI dan Projo terhadap figur Jokowi masih tergolong sangat tinggi hingga saat ini. Hal tersebut tercermin dari pengamatan lapangan yang menunjukkan pengaruh sang mantan presiden lebih dominan dibandingkan pengaruh organisasi itu sendiri.

"Sejauh yang kita cermati kan merasa Jokowi effect itu lebih besar daripada Projo maupun PSI effect, sehingga memang ketergantungan PSI sama Projo ke Jokowi kan masih kuat, relatif masih tinggi," kata Pangi Syarwi Chaniago, Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting.

Di sisi lain, Joko Widodo secara terbuka menyatakan kesiapannya untuk terjun langsung memenangkan PSI hingga ke tingkat akar rumput. Dalam agenda Rakernas PSI di Makassar pada Sabtu (31/1/2026), ia menegaskan komitmennya untuk memperkuat struktur partai di seluruh wilayah Indonesia.

"Kalau diperlukan saya harus datang, saya masih sanggup. Saya masih sanggup datang ke provinsi-provinsi, semua provinsi. Saya masih sanggup datang ke kabupaten/kota, kalau perlu sampai tingkat kecamatan saya masih sanggup," tegas Joko Widodo, Mantan Presiden RI.

Jokowi menjelaskan bahwa kekuatan sebuah organisasi politik berakar pada keberadaan struktur yang hidup dan aktif bekerja di tengah masyarakat luas. Ia juga mengharapkan adanya militansi tinggi dari seluruh jajaran pengurus untuk membesarkan partai tersebut.

"Kita (Indonesia) inikan punya 38 Provinsi, 514 Kabupaten/Kota, dan kira kira 7.000 kecamatan, saya masih sanggup," tambah Joko Widodo, Mantan Presiden RI.

Pernyataan tersebut kemudian diikuti dengan penekanan mengenai pentingnya kerja keras kolektif antara dirinya dan seluruh kader partai. Jokowi menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa dirinya akan memberikan upaya maksimal selaras dengan kerja keras para anggota PSI.

"Saudara saudara bekerja keras untuk PSI, saya pun akan bekerja keras untuk PSI. Saudara bekerja mati matian untuk PSI, saya pun akan bekerja mati matian," tegas Joko Widodo, Mantan Presiden RI.

Artikel terkait

Rekomendasi