Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jendral (Purn) TNI Dudung Abdurrachman mengungkapkan bahwa pembiayaan program revitalisasi sekolah di seluruh Indonesia memanfaatkan dana hasil efisiensi anggaran serta uang sitaan dari kasus korupsi pada Selasa (12/5/2026).
Langkah ini diambil guna memastikan sarana pendidikan bagi siswa dapat diperbaiki secara menyeluruh sebagaimana dilansir dari Nasional. Dudung menjelaskan sumber pendanaan tersebut saat melakukan peninjauan hasil perbaikan bangunan di SMP Muhammadiyah 16, Paseban, Jakarta Pusat.
"Insyaallah mudah-mudahan, dan ini anggaran dari (hasil) efisiensi, kemudian dari sitaan-sitaan orang koruptor-koruptor yang akhirnya bermanfaat untuk anak-anak sekolah kita," tutur Dudung Abdurrachman, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jendral (Purn) TNI.
Penyaluran dana tersebut dilakukan secara langsung kepada pihak sekolah guna mempercepat proses eksekusi perbaikan bangunan. Kebijakan ini merupakan bentuk perhatian Presiden RI Prabowo Subianto terhadap standarisasi fasilitas belajar yang layak dan aman bagi anak bangsa.
"Coba bayangkan ya, tidak ada sekolah lagi yang bocor, sanitasinya juga, WC-nya, toiletnya. Ini anggaran yang luar biasanya itu langsung kepada Kepala Sekolah ya," tuturnya Dudung Abdurrachman, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jendral (Purn) TNI.
Keterlibatan aktif masyarakat dalam memahami visi pemerintah terkait masa depan generasi muda juga menjadi poin penting yang ditekankan oleh pihak istana. Dudung menegaskan bahwa Presiden berkomitmen penuh pada pemenuhan kebutuhan fasilitas pendidikan dasar.
"Masyarakat harus tahu bahwa jerih payah Bapak Presiden ini luar biasa memikirkan itu setiap saat. Bagaimana anak-anak itu belajar dengan nyaman, dengan tenang, dengan sejuk, segala sesuatunya terpenuhi," kata Dudung Abdurrachman, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jendral (Purn) TNI.
Secara total, pemerintah menargetkan revitalisasi pada 71.000 satuan pendidikan di berbagai wilayah Indonesia pada tahun ini. Saat ini, dana sudah tersedia untuk 11.000 sekolah, sementara sisanya akan diusulkan melalui mekanisme anggaran tambahan.
"Baru 11.000 sekolah anggarannya ada, yang sudah siap, dan yang sisanya berarti nanti akan di-ABT-kan," tuturnya Dudung Abdurrachman, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jendral (Purn) TNI.
KSP berkomitmen untuk melakukan pengawasan berkala guna menjamin transparansi dan memastikan penyerapan anggaran tepat sasaran di setiap sekolah. Proses pemantauan di lapangan akan menjadi agenda rutin untuk memverifikasi pengerjaan konstruksi di tiap lokasi.
"Bapak Presiden ini luar biasa. Saya pun ya terenyuhlah, artinya saya sangat bangga bahwa ke depan nanti saya akan terus cek ini betul enggak dilaksanakan (revitalisasi)," imbuhnya Dudung Abdurrachman, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jendral (Purn) TNI.