Pemerintah Salurkan Anggaran Revitalisasi Sekolah Langsung ke Kepala Sekolah

Pemerintah Salurkan Anggaran Revitalisasi Sekolah Langsung ke Kepala Sekolah

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jendral TNI (Purn) Dudung Abdurrachman menyatakan pemerintah menyalurkan anggaran revitalisasi sekolah secara langsung kepada kepala sekolah guna menutup celah korupsi. Kebijakan swakelola ini disampaikan saat peninjauan SMP Muhammadiyah 16, Jakarta Pusat, Selasa (18/5/2026).

Penerapan sistem swakelola bertujuan agar pembangunan fasilitas pendidikan berjalan sesuai target tanpa adanya pengurangan dana di tengah jalan. Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan hasil renovasi di wilayah Kecamatan Senen telah memenuhi standar kenyamanan bagi para siswa dalam menuntut ilmu.

"Ini anggarannya itu langsung serahkan ke kepala sekolah, jadi swakelola ya, sehingga tidak ada mark-up, tidak ada korupsi, ya betul-betul ingin membangun," kata Dudung ketika meninjau hasil revitalisasi di SMP Muhammadiyah 16, Paseban, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, Selasa (18/5/2026).

Dilansir dari Nasional, pemerintah mengeklaim telah menuntaskan revitalisasi pada 16.167 sekolah di seluruh Indonesia sepanjang tahun 2025. Data tersebut mencakup berbagai jenjang pendidikan formal, termasuk sekolah umum dan satuan pendidikan madrasah di berbagai daerah.

Khusus untuk kategori madrasah, sebanyak 2.120 unit telah selesai diperbaiki pada tahun 2025, dengan target peningkatan jumlah yang signifikan untuk periode tahun berikutnya. Langkah ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto untuk menyediakan fasilitas kelas yang memadai dan modern.

"Untuk madrasah tahun 2025 ini direvitalisasi 2.120. Tahun 2026, 9.000 yang akan direvitalisasi. Jadi Bapak Presiden Prabowo ingin anak-anak Indonesia ini belajar di ruang kelas yang aman, yang nyaman, ber-AC," kata dia.

Dudung menjelaskan bahwa target ambisius pemerintah mencakup perbaikan total terhadap 71.000 sekolah pada tahun 2026. Saat ini, alokasi anggaran yang tersedia baru mencukupi untuk 11.000 sekolah, sementara kekurangan dana akan dipenuhi melalui mekanisme tambahan.

"Baru 11.000 sekolah anggarannya ada, yang sudah siap, dan yang sisanya berarti nanti akan di-ABT-kan," tuturnya.

Pembiayaan untuk proyek besar ini bersumber dari langkah efisiensi pengeluaran negara serta pemanfaatan aset yang berhasil disita dari para pelaku tindak pidana korupsi. Dudung optimis pemanfaatan dana sitaan tersebut dapat memberikan manfaat langsung bagi generasi muda melalui perbaikan sekolah.

"Insyaallah mudah-mudahan, dan ini anggaran itu anggaran dari Bapak Presiden dari efisiensi, kemudian dari sitaan-sitaan orang koruptor-koruptor yang akhirnya bermanfaat untuk anak-anak sekolah kita," tuturnya.

Artikel terkait

Rekomendasi