Anggota IV Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Haerul Saleh meninggal dunia dalam peristiwa kebakaran di kediaman pribadinya di kawasan Tanjung Barat, Jakarta Selatan, pada Jumat (8/5/2026) pagi. Insiden ini terjadi saat korban sedang memantau proses renovasi rumahnya.
Peristiwa tragis tersebut bermula ketika Haerul berada di lantai empat bersama tiga kerabatnya. Berdasarkan laporan dari Nasional, api yang tiba-tiba membesar memicu kepanikan hingga tiga rekan korban segera berlari turun untuk menyelamatkan diri.
Penjaga rumah, Harpen, sempat mengira Haerul telah ikut turun bersama rekan-rekannya sebelum menyadari bahwa sang majikan masih tertahan di atas. Upaya pemadaman mandiri sempat dilakukan namun terkendala keterbatasan alat.
“Kami naik lah ke atas. Nah, kami mau madamin api itu pakai APAR yang kecil, itu terbatas. Ada sih ada tadi, tapi enggak cukup,” ujar Harpen, Penjaga Rumah.
Petugas pemadam kebakaran yang tiba di lokasi menemukan Haerul dalam kondisi tidak sadarkan diri di ruang kerjanya. Korban diduga mengalami sesak napas akibat paparan asap pekat sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia di Rumah Sakit Pasar Minggu.
“Keadaan bapak ya… sudah enggak sadar diri sih. Mungkin karena asap ya jadi Bapak sudah enggak sadar, karena dilihat dari luar katanya tadi asapnya hitam,” jelas Harpen, Penjaga Rumah.
Pihak kepolisian menduga kebakaran dipicu oleh sisa tiner yang digunakan untuk renovasi. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI melalui keterangan resminya telah mengonfirmasi kabar duka tersebut dan memberikan penghormatan atas dedikasi almarhum.
"Dengan ini menyampaikan bahwa Anggota IV BPK, Haerul Saleh, telah berpulang pada hari Jumat, 8 Mei 2026 di Jakarta, pada usia 44 tahun," tulis BPK, Lembaga Negara.
Lembaga tersebut mencatat bahwa Haerul telah mengemban amanah sebagai Anggota IV BPK sejak April 2022. Pimpinan BPK juga mendoakan ketabahan bagi keluarga yang ditinggalkan.
"Semoga Almarhum mendapat tempat terbaik di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan," tulis BPK, Lembaga Negara.
Kabar ini turut mengejutkan internal Partai Gerindra, tempat Haerul bernaung sebelum menjabat di BPK. Wakil Ketua Umum Gerindra, Habiburokhman, mengenang almarhum sebagai sosok cerdas yang telah bersahabat dengannya sejak lama.
“Sangat kaget dan sangat berduka. Beliau salah satu sahabat saya. Sebelum Pemilu 2014, sempat satu kamar saat pelatihan kaderisasi Gerindra. Beliau sangat baik,” kata Habiburokhman, Wakil Ketua Umum Gerindra.
Habiburokhman menambahkan bahwa Haerul merupakan figur muda yang potensial bagi bangsa. Kepergian mendadak ini menyisakan duka mendalam bagi rekan-rekan sejawatnya di parlemen maupun pemerintahan.
“Beliau anak muda yang cerdas, wafat di usia baru 43 tahun,” ujar Habiburokhman, Wakil Ketua Umum Gerindra.
Doa dipanjatkan agar segala amal ibadah almarhum diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Habiburokhman berharap almarhum mendapatkan tempat yang mulia.
“Kita doakan beliau husnul khatimah, diampuni segala dosanya, diterima amal ibadahnya, dan mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT,” pungkas Habiburokhman, Wakil Ketua Umum Gerindra.
Haerul Saleh memiliki rekam jejak panjang sebagai legislator di Senayan sejak 2014 dan pernah menduduki posisi komisaris di beberapa perusahaan. Jenazah rencananya akan diterbangkan ke Kolaka, Sulawesi Tenggara, untuk dimakamkan setelah disemayamkan di rumah duka Jakarta Selatan.