Perselisihan yang melibatkan seorang anggota TNI berinisial Sertu AW dengan penjaga toko Adi Jaya di kawasan Sumur Batu, Kemayoran, Jakarta Pusat, resmi berakhir. Seperti diberitakan oleh Megapolitan, kedua belah pihak telah menempuh jalur mediasi dan menyepakati perdamaian tanpa adanya tuntutan hukum.
Proses mediasi ini difasilitasi oleh Polres Metro Jakarta Pusat pada Senin (4/5/2026). Pertemuan tersebut menghadirkan pihak-pihak terkait guna menyelesaikan kesalahpahaman yang sebelumnya sempat memicu keributan di lokasi kejadian.
“Hasil mediasi itu tidak saling menuntut,” ujar Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat Iptu Erlyn Sumantri saat dikonfirmasi, Rabu (5/5/2026).
Erlyn menjelaskan bahwa kesepakatan damai ini tidak hanya bersifat lisan. Para pihak yang hadir telah meresmikan janji perdamaian tersebut secara tertulis untuk memastikan masalah tidak berlanjut secara hukum di masa mendatang.
“Sudah tanda tangan (surat damai),” lanjutnya.
Keterangan serupa juga datang dari Ketua RT 09 Sumur Batu, Bambang (51). Ia mengonfirmasi bahwa pertemuan yang melibatkan pihak kepolisian, unsur TNI, serta perwakilan dari toko tersebut telah berjalan lancar dan menghasilkan penyelesaian menyeluruh.
“Untuk pertemuan, antara pihak TNI, Pak Haji dan Dedi sudah dimediasi Polres Jakarta Pusat, dan sudah selesai. Kedua belah pihak damai. Tidak ada tuntutan apa pun dari kedua belah pihak. Sudah clear semua,” kata Bambang.
Meskipun administrasi hukum telah dinyatakan selesai melalui mediasi, dampak psikologis masih dirasakan oleh korban. Penjaga toko bernama Dedi dilaporkan masih mengalami guncangan mental akibat keributan yang terjadi beberapa hari lalu.
Bambang menyebutkan bahwa Dedi berencana untuk beristirahat sejenak dari pekerjaannya di Jakarta. Ia berniat untuk menenangkan diri di kampung halamannya untuk sementara waktu.
“Pak Dedi masih trauma. Rencananya mau pulang kampung ke Madura untuk sementara,” ujarnya.
Kronologi dan Tanggapan TNI AD
Insiden bermula pada Minggu (3/5/2026) di sebuah toko kelontong di kawasan Sumur Batu. Peristiwa yang melibatkan Sertu AW dan Dedi tersebut sempat memanas hingga mengakibatkan adanya tindakan kekerasan yang memerlukan penanganan medis bagi korban.
Menanggapi kejadian ini, Dinas Penerangan TNI AD memberikan klarifikasi mengenai jumlah personel yang terlibat. Pihak TNI memastikan hanya satu anggotanya yang berada di lokasi saat peristiwa berlangsung.
“Dapat kami sampaikan bahwa memang benar telah terjadi insiden keributan antara seorang prajurit TNI AD dengan warga sipil di lokasi tersebut,” kata Kadispenad Kolonel Inf Donny Pramono.
Menurut penjelasan Donny, pemicu utama keributan adalah adanya kesalahpahaman saat melakukan transaksi di warung tersebut. Cekcok mulut kemudian berkembang menjadi perselisihan fisik sebelum akhirnya ditangani oleh aparat kepolisian.
“TNI AD memastikan setiap prajurit yang terbukti melanggar akan diproses sesuai ketentuan,” ujar Donny.