Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data Survei Penduduk Antar Sensus (Supas) 2025 yang menunjukkan angka kematian ibu di wilayah Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua masih sangat tinggi pada Selasa (5/5/2026). Meski angka nasional menyusut ke level 144 per 100.000 kelahiran hidup, kesenjangan layanan kesehatan antarwilayah tetap menjadi kendala utama.
Risiko kematian ibu melahirkan di kawasan timur Indonesia dilaporkan mencapai hampir tiga kali lipat jika dibandingkan dengan wilayah Jawa-Bali. Berdasarkan laporan yang dilansir dari Suara, perbaikan indikator kesehatan ibu dan anak secara nasional belum tersebar merata ke seluruh provinsi.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti memberikan penjelasan mengenai disparitas yang terjadi pada rasio kematian maternal tersebut di Jakarta.
"Meskipun MMR menurun, tetapi masih terdapat kesenjangan MMR (Maternal Mortality Ratio) antarwilayah," kata Amalia Adininggar Widyasanti, Kepala BPS.
Amalia mengungkapkan bahwa wilayah Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua mencatatkan angka kematian ibu tertinggi sebesar 317 kematian per 100.000 kelahiran hidup. Kondisi ini berbanding terbalik dengan Jawa-Bali yang mencatat angka jauh lebih rendah.
"Wilayah Nusa Tenggara, Maluku, Papua masih memiliki MMR tertinggi, yaitu 317 kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup, di mana angka ini hampir 3 kali lipat dibandingkan dengan wilayah Jawa-Bali yang hanya sebesar 114," ujar Amalia.
Selain angka kematian ibu, BPS juga menyoroti ketimpangan pada Angka Kematian Bayi (IMR). Secara nasional, IMR berada pada posisi 14,12 per 1.000 kelahiran hidup, namun disparitas antara wilayah barat dan timur tetap mencolok.
"Wilayah timur Indonesia cenderung memiliki kematian bayi yang lebih tinggi dibandingkan wilayah barat," kata Amalia.
Papua Pegunungan tercatat sebagai provinsi dengan angka kematian bayi paling tinggi di Indonesia yakni mencapai 37,04. Sebagai perbandingan, DKI Jakarta mencatatkan angka kematian bayi terendah pada level 9,26 per 1.000 kelahiran hidup.
| Indikator | Nasional | Wilayah Tertinggi | Wilayah Terendah |
|---|---|---|---|
| Angka Kematian Ibu (MMR) | 144 | 317 (NT, Maluku, Papua) | 114 (Jawa-Bali) |
| Angka Kematian Bayi (IMR) | 14,12 | 37,04 (Papua Pegunungan) | 9,26 (DKI Jakarta) |