Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghadiri Riyadh Competitiveness Forum (RCF) di Riyadh, Arab Saudi. Seperti dikutip dari Cahaya, Anies hadir dalam kapasitasnya sebagai anggota Dewan Penasihat Royal Commission for Riyadh City (RCRC).
Forum internasional ini mengumpulkan para penasihat dari berbagai negara dunia. Mereka saling bertukar pengalaman serta memberikan masukan strategis demi mendongkrak daya saing Kota Riyadh.
Dalam kesempatan tersebut, transformasi sistem transportasi publik terintegrasi di Jakarta dipaparkan sebagai salah satu tolok ukur. Keberhasilan ibu kota Indonesia tersebut kini menjadi salah satu materi yang dipelajari di Riyadh.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Anies mengungkapkan bahwa dirinya telah berada di Arab Saudi selama tiga hari untuk mengikuti rangkaian acara. Amanah sebagai dewan penasihat ini sudah ia laksanakan sejak tahun lalu.
"Tiga hari terakhir di Riyadh, Arab Saudi, berpartisipasi dalam Riyadh Competitiveness Forum (RCF). Sejak tahun lalu ikut mendapat amanah sebagai anggota Dewan Penasihat dari Komisi Kerajaan untuk Kota Riyadh (RCRC - Royal Commission for Riyadh City)," tulis Anies dalam unggahannya.
Pertemuan ilmiah dan strategis ini juga melibatkan Karsa City Lab. Diskusi intensif mengenai pengembangan wilayah tersebut dilakukan bersama jajaran pemerintah Kota Riyadh serta perwakilan Kerajaan Arab Saudi.
"Kali ini, anggota dewan penasihat RCRC berkumpul dalam acara RCF untuk ikut berbagi pengalaman dan memberikan masukan strategis guna meningkatkan daya saing kota Riyadh," tulisnya.
Anies mengapresiasi komitmen besar dari pemerintah Riyadh yang terus membuka diri untuk belajar dari kemajuan kota-kota lain di dunia.
"Datang bersama @karsa.citylab di sini, bertukar pikiran dengan sesama dewan penasihat yang berasal dari berbagai negara. Diskusi yang kaya ini dilakukan bersama dengan tim dari pemerintah kota Riyadh dan Kerajaan Arab Saudi," tulis Anies.
Menurutnya, pengakuan terhadap sistem transportasi Jakarta menjadi bukti nyata dari perwujudan visi kota global yang sesungguhnya.
"Senang dan terhormat bahwa Riyadh bersemangat belajar dari kota-kota dunia, dengan Jakarta sebagai salah satu tolok ukur yang dianggap sukses melakukan transformasi transportasi publik terintegrasi," tulisnya.
Anies menilai pencapaian ini membuktikan bahwa Jakarta tidak hanya mampu mengelola wilayah internal, tetapi juga sanggup memberikan impresi positif di tingkat internasional.
"Inilah salah satu wujud semangat Jakarta sebagai kota global, tak hanya jadi tuan rumah di negeri sendiri tapi jadi tamu memesona di panggung dunia," lanjutnya.
Ia juga menekankan pentingnya mereplikasi keberhasilan tata kota ini ke wilayah-wilayah lain di Indonesia agar merata menjadi kota global.
"Kita dorong sama-sama agar semakin banyak kota-kota di Indonesia yang naik kelas menjadi kota global, livable cities yang ramah dan nyaman bagi penghuni dan pengunjungnya, serta jadi teladan bagi kota-kota lain di dunia," tulis Anies.
Keterlibatan aktif ini mempertegas bahwa rekam jejak pembangunan dan pembenahan infrastruktur perkotaan di Indonesia semakin diakui secara global.