Singapura Apresiasi Evakuasi Korban Erupsi Gunung Dukono di Maluku Utara

Singapura Apresiasi Evakuasi Korban Erupsi Gunung Dukono di Maluku Utara

Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan memberikan apresiasi atas dedikasi tim pencarian dan pertolongan (SAR) Indonesia yang berhasil mengevakuasi para pendaki saat erupsi Gunung Dukono di Maluku Utara pada Selasa (12/5/2026).

Operasi penyelamatan tersebut dilakukan setelah dua warga negara Singapura dilaporkan menjadi korban meninggal dunia dalam peristiwa tersebut. Dilansir dari Nasional, evakuasi berlangsung di tengah kondisi alam yang ekstrem dan aktivitas vulkanik yang masih aktif.

"Saya ingin menyampaikan apresiasi kepada tim pencarian dan pertolongan, di mana lebih dari 150 pihak profesional mengambil risiko tinggi di tengah gunung berapi yang masih erupsi dan di tengah cuaca yang kurang baik," ujar Balakrishnan, Menteri Luar Negeri Singapura.

Balakrishnan menyampaikan bahwa rakyat Singapura menaruh harapan besar terhadap keselamatan para personel penyelamat Indonesia yang bertugas di lapangan. Langkah cepat pemerintah Indonesia dalam menangani krisis ini dinilai sebagai wujud nyata hubungan bilateral yang kokoh.

"Jadi, terima kasih banyak. Hal-hal seperti ini tidak dapat dibayar maupun diminta; kita hanya bisa berharap dan mengandalkan kekuatan hubungan di antara kedua negara kita," ujar Balakrishnan.

Berdasarkan data kronologi, Gunung Dukono yang terletak di Kabupaten Halmahera Utara mengalami erupsi pada Jumat (8/5/2025) ketika 20 pendaki berada di area puncak. Dari total tersebut, 17 orang dinyatakan selamat, sementara tiga lainnya meninggal dunia.

Dua jenazah warga Singapura, yakni Heng Wen Qiang Timothy dan Shahin Muhrez bin Abdul Hamid, berhasil diturunkan oleh tim SAR gabungan pada Minggu (10/5/2026). Proses tersebut melibatkan ratusan personel dari berbagai unsur profesional untuk menembus medan yang terdampak abu vulkanik.

Artikel terkait

Rekomendasi