Pemerintah Arab Saudi mulai mendistribusikan hadiah mushaf Al Quran dari Raja Salman kepada jamaah haji yang bersiap kembali ke negara asal mereka. Proses pembagian salinan kitab suci beserta terjemahannya ini dilaksanakan setelah seluruh rangkaian ibadah haji 2026 selesai.
Seperti dikutip dari Cahaya, aktivitas pembagian tersebut dipusatkan di area keberangkatan Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah. Lokasi ini dipilih agar para jamaah internasional bisa menerima cendera mata tersebut sesaat sebelum naik ke pesawat.
Kementerian Urusan Islam Arab Saudi memproyeksikan distribusi ini menjangkau jutaan orang dengan menyiapkan sekitar 1,9 juta eksemplar Al Quran. Seluruh mushaf tersebut diproduksi oleh Kompleks Percetakan Al Quran Raja Fahd yang berbasis di Madinah.
Agar pesan di dalamnya dapat dipahami dengan baik, kitab suci ini disediakan dalam lebih dari 80 bahasa asing. Fasilitas tersebut diberikan agar para jamaah dari berbagai belahan dunia bisa mempelajari maknanya memakai bahasa ibu mereka.
Berdasarkan data Saudi Press Agency (SPA), pelayanan ini beroperasi tanpa henti selama 24 jam penuh. Petugas disiagakan di seluruh pintu keluar darat, laut, maupun udara selama beberapa hari ke depan seiring gelombang kepulangan jamaah.
Menteri Urusan Islam Arab Saudi Sheikh Abdullatif Al-Alsheikh memberikan penjelasan mengenai tujuan utama program tahunan ini.
"Hadiah tersebut merupakan bentuk komitmen kepemimpinan Arab Saudi dalam menyebarkan pesan Al Quran ke seluruh dunia," kata Sheikh Abdullatif Al-Alsheikh.
Sheikh Abdullatif Al-Alsheikh menambahkan, kementeriannya telah mengerahkan seluruh sumber daya logistik dan tenaga kerja untuk memastikan proses distribusi berjalan lancar, cepat, dan mudah diakses jamaah.
Pada saat yang sama, Direktorat Jenderal Paspor Arab Saudi mengumumkan bahwa pemeriksaan dokumen untuk gelombang pertama jamaah yang pulang sudah mulai berjalan. Pengaturan ketat diberlakukan untuk mengantisipasi kepadatan di titik-titik perbatasan.
Pihak berwenang memastikan kesiapan penuh seluruh layanan di bandara, pelabuhan laut, dan perbatasan darat guna mengatur arus kepulangan jamaah internasional. Pengawasan ditingkatkan demi menjamin kenyamanan para tamu Allah selama proses imigrasi.
Di samping itu, otoritas terkait mengeluarkan imbauan resmi bagi seluruh rombongan yang akan meninggalkan Arab Saudi. Pemerintah Arab Saudi juga mengimbau jamaah agar mematuhi jadwal keberangkatan yang telah ditentukan demi kelancaran proses pemulangan.
Berdasarkan rilis statistik resmi terkini, jumlah total individu yang menunaikan ibadah haji tahun ini tercatat mencapai 1.707.301 orang. Angka kehadiran ini menunjukkan adanya kenaikan sekitar 2,04 persen jika dikomparasikan dengan musim haji tahun 2025.
Apabila dibedah lebih rinci, mayoritas pergerakan berasal dari luar kawasan domestik. Dari total tersebut, sebanyak 1.546.655 jamaah berasal dari luar Arab Saudi, dengan 1.485.729 di antaranya datang melalui jalur udara.
Sementara itu, sisa kuota yang terpenuhi diisi oleh warga lokal dan ekspatriat yang menetap di dalam negeri. Sebanyak 160.646 jamaah merupakan warga negara dan penduduk Arab Saudi.