Arab Saudi Gelar Simposium Haji Ke-50 di Jeddah

Arab Saudi Gelar Simposium Haji Ke-50 di Jeddah

Pemerintah Arab Saudi resmi membuka Simposium Haji ke-50 di Jeddah pada Rabu (20/5) untuk membahas pengembangan sistem pelayanan ibadah haji modern. Pertemuan internasional ini diselenggarakan oleh Kementerian Haji dan Umrah bersama Dewan Ulama Senior Arab Saudi, seperti dilansir dari Detikcom.

Acara tahunan tersebut dihadiri oleh jajaran pejabat tinggi pemerintahan, kalangan akademisi, serta para pemikir Islam dari berbagai penjuru dunia. Fokus utama forum ini diarahkan pada evaluasi peningkatan layanan jamaah selama beberapa dekade terakhir beserta pemanfaatan teknologi efisiensi operasional.

Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Tawfiq Al-Rabiah menegaskan komitmen penuh Kerajaan untuk menyediakan standar pelayanan terbaik bagi seluruh jamaah. Ia menjelaskan bahwa Arab Saudi telah berhasil mengimplementasikan model manajemen kerumunan berbasis teknologi sebagai salah satu terobosan krusial.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Dewan Ulama Senior Fahd Al-Majed menyampaikan pemaparan mewakili Mufti Agung Arab Saudi Sheikh Saleh Al-Fawzan. Ia menggarisbawahi bahwa kebijakan strategis dari pimpinan tertinggi Kerajaan memegang peranan penting dalam kelancaran ibadah.

"Arahan Raja Salman dan Putra Makota Mohammed bin Salman telah memungkinkan para tamu Allah untuk melaksanakan ibadah mereka dengan nyaman dan tenang," ujar Fahd Al-Majed, Sekretaris Jenderal Dewan Ulama Senior Arab Saudi.

Wakil Menteri Haji dan Umrah Abdul Fattah Mashat menambahkan bahwa simposium ini berfungsi sebagai ruang diskusi intelektual lintas negara. Forum tersebut mempertemukan para ahli demi menyokong efektivitas pengelolaan operasional di lapangan.

Sektor kesehatan juga menjadi poin krusial yang dibahas dalam sesi khusus mengenai regulasi sistem pelayanan medis. Integrasi strategi pencegahan penyakit dinilai menjadi pilar utama kenyamanan jamaah.

Asisten Menteri Kesehatan untuk Pelayanan Kesehatan Mohammed Al-Abdulaali memaparkan bahwa kesiapan layanan medis merupakan bagian integral dari visi besar peningkatan kualitas haji. Pihaknya berkomitmen menjaga kesehatan jamaah melalui infrastruktur kesehatan yang modern.

Selain membahas regulasi, simposium ini turut menyoroti penerapan kecerdasan buatan (AI) dan inovasi digital untuk membentuk masa depan pelayanan yang aman. Teknologi tersebut diproyeksikan mampu mempercepat manajemen arus manusia serta memperkuat sistem pengamanan jutaan jamaah setiap tahunnya.

Artikel terkait

Rekomendasi