Kementerian Luar Negeri Arab Saudi mengutuk keras tindakan provokatif berulang dari pejabat pendudukan Israel yang menerobos dan mengibarkan bendera di Masjid Al-Aqsa pada Kamis (14/5/2026).
Aksi sepihak tersebut memicu kemarahan besar dari pihak Riyadh setelah Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, memasuki kompleks suci tersebut secara ilegal. Dilansir dari Kompas yang mengutip Anadolu Agency, pemerintah Arab Saudi menegaskan penolakan mutlak terhadap segala upaya yang merusak status hukum dan historis Yerusalem beserta tempat-tempat sucinya.
Melalui pernyataan resminya, Kementerian Luar Negeri Arab Saudi mendesak masyarakat internasional untuk segera bertindak menghentikan segala praktik yang melanggar hukum serta norma internasional. Pihak Riyadh juga menuntut pertanggungjawaban otoritas pendudukan Israel atas pelanggaran yang terus dilakukan terhadap warga sipil Palestina dan situs-situs suci umat Islam.
Aksi penerobosan oleh Itamar Ben-Gvir ini sengaja dilakukan demi menandai perayaan pendudukan Israel di wilayah Yerusalem Timur. Dalam sebuah rekaman video, Ben-Gvir tampak mengibarkan bendera Israel dan menari bersama kelompok penyerbu dengan latar belakang Masjid Kubah Batu.
Tidak sendirian, anggota Knesset Yitzhak Kroizer dari partai sayap kanan Otzma Yehudit pimpinan Ben-Gvir, dilaporkan turut serta dalam aksi penyerbuan dan pengibaran bendera tersebut. Seorang pejabat Departemen Wakaf Islam di Yerusalem mengonfirmasi bahwa sebanyak 620 orang dari pihak pendudukan Israel merangsek masuk ke kompleks Masjid Al-Aqsa dengan pengawalan ketat dari aparat kepolisian.
Masjid Al-Aqsa sendiri merupakan situs tersuci ketiga di dunia bagi seluruh umat Islam. Meski demikian, kepolisian Israel tercatat telah memberikan izin kepada kelompok pendudukan untuk memasuki kompleks tempat suci tersebut setiap hari sejak tahun 2003, dengan pengecualian pada hari Jumat dan Sabtu.