Kerajaan Arab Saudi mengumumkan kesuksesan penyelenggaraan ibadah haji 1447 H atau 2026 M yang berjalan dengan aman, tertib, dan lancar pada Jumat, 29 Mei 2026. Keberhasilan operasional pengamanan serta pelayanan komprehensif bagi jemaah haji tahun ini menuai apresiasi luas dari para pemimpin dunia Arab dan Islam, sebagaimana dilansir dari Detikcom melalui kantor berita SPA.
Pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Gubernur Makkah sekaligus Wakil Ketua Komite Tetap Haji dan Umrah, Pangeran Saud bin Mishaal bin Abdulaziz. Pihak otoritas menegaskan bahwa seluruh tahapan perencanaan hingga eksekusi di lapangan telah berjalan sesuai dengan standar pelayanan tertinggi demi kenyamanan seluruh jemaah.
"kesuksesan luar biasa yang diraih" tegas Pangeran Saud bin Mishaal bin Abdulaziz, Wakil Gubernur Makkah.
Pernyataan serupa juga dikeluarkan oleh Presiden Urusan Agama di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Syekh Dr. Abdurrahman Al-Sudais. Ia mengumumkan keberhasilan implementasi rencana operasional kepresidenan lewat peluncuran berbagai inisiatif unggulan dan pelibatan belasan ribu tenaga pendukung di lapangan.
"Al-Sudais mengaitkan keberhasilan musim ini dengan dukungan kepemimpinan Kerajaan, integrasi kelembagaan, dan kontribusi 13.879 relawan dan lembaga mitra," lapor SPA.
Pujian atas kelancaran ibadah haji 2026 mengalir dari para pemimpin negara-negara Teluk, termasuk Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad Al Thani, Emir Kuwait Syekh Meshal Al-Ahmad Al-Jaber Al-Sabah, dan Sultan Oman Haitham bin Tariq. Apresiasi juga datang dari Liga Muslim Dunia, Liga Arab, Parlemen Arab, Dewan Kerja Sama Teluk (GCC), hingga Presiden Palestina Mahmoud Abbas.
Selain faktor keamanan, sektor kesehatan juga mendapatkan pengakuan internasional dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Kementerian Kesehatan Arab Saudi secara resmi menyatakan bahwa pelaksanaan haji tahun ini sepenuhnya bebas dari wabah penyakit menular maupun ancaman kesehatan masyarakat lainnya.
Salah satu kunci kelancaran mobilitas jemaah terletak pada optimalisasi transportasi massal di kawasan Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Perusahaan Kereta Api Arab Saudi (SAR) dilaporkan sukses mengoperasikan Metro Masyair secara masif untuk mengurai kepadatan jemaah antar tempat suci.
Berdasarkan laporan Saudi Gazette, operasional kereta cepat terpadu tersebut berlangsung selama tujuh hari penuh sejak 7 Zulhijah atau 24 Mei hingga hari Tasyrik pada 30 Mei. Layanan ini sukses memfasilitasi pergerakan jutaan penumpang secara efisien, terutama saat menuju ke Jembatan Jamarat.
"Perusahaan tersebut mencatat bahwa rencana operasional terpadu mendukung kelancaran mobilitas dan memfasilitasi pergerakan jemaah haji antar tempat suci selama musim haji," demikian lapor Saudi Gazette seperti dikutip, Senin (1/6/2026).
Secara keseluruhan, Metro Masyair melayani 1.800 perjalanan sepanjang musim haji guna mengangkut lebih dari 1,9 jemaah di sembilan stasiun Armuzna.