AS dan Iran Dekati Kesepakatan Nota Kesepahaman Akhiri Perang

AS dan Iran Dekati Kesepakatan Nota Kesepahaman Akhiri Perang

Amerika Serikat dan Iran dilaporkan tengah bergerak menuju kesepakatan nota kesepahaman (MoU) satu halaman untuk mengakhiri perang pada Rabu (6/5/2026). Langkah diplomatik ini muncul setelah Washington menangguhkan operasi pengawalan kapal di Selat Hormuz atas permintaan Pakistan selaku mediator.

Nota tersebut nantinya akan mendeklarasikan akhir perang dan memicu periode 30 hari untuk menyelesaikan tuntutan nuklir, pencairan aset Iran, serta negosiasi keamanan di Selat Hormuz. Kabar kemajuan ini langsung memicu penguatan pasar saham global dan penurunan harga minyak mentah Brent hingga ke level 97 dolar AS per barel.

Presiden Donald Trump melalui media sosial menyatakan telah terjadi kemajuan besar menuju perjanjian yang lengkap dan final. Namun, Trump tetap memberikan peringatan keras bahwa operasi militer akan kembali dilancarkan jika kesepakatan gagal tercapai dalam waktu dekat.

"bombing starts" kata Presiden Donald Trump.

Ia juga menegaskan komitmen AS dalam proses negosiasi yang sedang berlangsung saat ini.

"Great Progress has been made toward a Complete and Final Agreement with Representatives of Iran" kata Presiden Donald Trump.

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menyatakan bahwa fase serangan militer awal telah berakhir karena target-target Washington dianggap sudah tercapai. Menurutnya, fokus utama saat ini adalah mencapai kerangka kerja negosiasi masa depan melalui nota kesepahaman tersebut.

"We would prefer the path of peace. What the president would prefer is a deal" ujar Marco Rubio, Menteri Luar Negeri AS.

Rubio menjelaskan bahwa isu nuklir tetap menjadi bagian dari agenda pembicaraan.

"has to be addressed" kata Marco Rubio, Menteri Luar Negeri AS.

Ia menambahkan bahwa masalah tersebut sedang ditangani.

"being addressed in the negotiation" kata Marco Rubio, Menteri Luar Negeri AS.

Dari pihak Iran, militer menyatakan bahwa jalur pelayaran di Selat Hormuz kini dapat dilalui dengan prosedur baru. Namun, Ketua Parlemen Iran, Mohammad Ghalibaf, memberikan pernyataan yang menunjukkan posisi tawar Teheran masih sangat kuat.

"We know well that the continuation of the status quo is intolerable for America, while we are just getting started" kata Mohammad Ghalibaf, Ketua Parlemen Iran.

Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menegaskan bahwa fokus saat ini belum menyentuh teknis nuklir secara mendalam.

"At this stage, we do not have nuclear negotiations" kata Esmaeil Baghaei, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran.

Sisi diplomatik lainnya menunjukkan keterlibatan aktif Pakistan dan Arab Saudi dalam menekan AS untuk menunda misi militer di perairan tersebut. Perdana Menteri Lebanon, Nawaf Salam, menyambut baik momentum perdamaian ini meskipun situasi di lapangan masih dinamis.

"too early" kata Nawaf Salam, Perdana Menteri Lebanon.

Ia juga menekankan bahwa setiap pertemuan tingkat tinggi memerlukan persiapan matang.

"high-level meeting with the Israeli side would require a lot of preparation" kata Nawaf Salam, Perdana Menteri Lebanon.

Di sisi lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melakukan pembicaraan dengan pejabat pemerintahan Trump untuk memastikan tidak ada konsesi menit-menit terakhir yang merugikan keamanan Israel. Pejabat Israel mengonfirmasi bahwa komunikasi dengan Trump terus berjalan intensif.

"The Americans did not surprise us" kata seorang pejabat Israel.

Pejabat tersebut juga menekankan bahwa posisi AS tetap tegas terkait material nuklir.

"It was made clear to us in these talks that President Trump is standing firm on his red lines, first and foremost the removal of nuclear material" kata seorang pejabat Israel.

Kondisi pasar keuangan menyambut positif perkembangan ini dengan kenaikan indeks Dow Jones sebesar 543 poin. Analis pasar senior dari Capital.com menyebutkan bahwa pelaku pasar bertaruh konflik di Timur Tengah tidak akan meluas lebih jauh.

"Wall Street continues to double down on its bet that the war in the Middle East will not re-escalate and disrupt the market’s earnings-driven surge to all-time highs" kata Kyle Rodda, Analis Senior Capital.com.

Meskipun ada harapan damai, militer Israel dilaporkan masih melakukan serangan di wilayah Lebanon timur dan selatan pada Rabu pagi. AS diperkirakan tengah menunggu tanggapan resmi dari Iran terkait beberapa poin kunci dalam draf nota kesepahaman tersebut dalam 48 jam ke depan.

Artikel terkait

Rekomendasi