Badan Gizi Nasional Targetkan Perluasan Penerima Manfaat Gizi Prioritas

Badan Gizi Nasional Targetkan Perluasan Penerima Manfaat Gizi Prioritas

Badan Gizi Nasional (BGN) menginstruksikan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memperluas jangkauan penerima manfaat kategori ibu hamil, ibu menyusui, dan balita pada Selasa (12/5/2026). Langkah ini diambil guna mengejar target pemenuhan gizi nasional yang masih memiliki selisih besar dengan data Kementerian Kesehatan.

Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menyebutkan bahwa data kelompok prioritas tersebut mencapai 26 juta jiwa secara nasional. Dilansir dari Nasional, saat ini realisasi program baru menyentuh angka sekitar 9 juta penerima manfaat.

"Sekarang sampai dua minggu ke depan, seluruh SPPG harus punya penerima manfaat 3B. Saat ini capaian kita baru sekitar 9 juta, sementara data dari Kementerian Kesehatan mencapai 22 juta sampai 26 juta," kata Nanik Sudaryati Deyang, Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi.

Pihak BGN menekankan perlunya pemfokusan ulang program agar layanan lebih tepat sasaran kepada kelompok yang sangat membutuhkan. SPPG diwajibkan untuk segera melakukan pendataan aktif guna meningkatkan cakupan dalam waktu singkat demi efektivitas anggaran.

"SPPG yang belum mampu memenuhi target penerima manfaat 3B di wilayahnya akan dikenakan penghentian operasional sementara atau suspend," tegas Nanik Sudaryati Deyang, Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi.

Kebijakan tegas ini diberlakukan untuk menjamin seluruh pelaksana tetap berada pada jalur tujuan utama pemerintah. Fokus utamanya adalah memperbaiki status nutrisi masyarakat serta menekan prevalensi stunting yang masih menjadi tantangan nasional.

"Ini bagian dari upaya pemerintah mempercepat perbaikan gizi anak Indonesia sekaligus menurunkan angka stunting nasional melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG)," pungkas Nanik Sudaryati Deyang, Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi.

Di sisi lain, kendala distribusi dilaporkan terjadi di wilayah Kelurahan Kangenan, Pamekasan, Jawa Timur, di mana 541 penerima manfaat baru menerima paket makanan dua kali pasca-Lebaran. Penyaluran tersebut dilakukan oleh SPPG Yayasan Daya Bakti Persada pada tanggal 2 dan 4 April 2026.

"Iya kami ada kendala. Karena kami masih menunggu kesiapan dari kader dan bidan. Apakah mau menerima apa tidak," kata Tholib Ifan Jailani, Kepala SPPG Yayasan Daya Bakti Persada Kangenan.

Kondisi di lapangan menunjukkan adanya keraguan dari sejumlah tenaga kesehatan dan kader setempat mengenai mekanisme pembagian bantuan tersebut. Tholib menyebutkan bahwa ketidakjelasan arahan menjadi faktor utama tersendatnya distribusi di Kabupaten Pamekasan.

"Karena arahannya masih belum jelas. Kami tidak mau mengambil risiko, totalnya," ungkap Tholib Ifan Jailani, Kepala SPPG Yayasan Daya Bakti Persada Kangenan.

Artikel terkait

Rekomendasi