Pemandangan berbeda terlihat di pelataran Badan Pemulihan Aset (BPA) Kejaksaan RI dengan hadirnya deretan mobil mewah, tas desainer, hingga perhiasan bernilai fantastis. Berbagai barang premium tersebut dipamerkan dalam agenda lelang aset bertajuk BPA Fair 2026, seperti dikutip dari Lifestyle.
Pada gelaran tahun ini, pihak penyelenggara mengumumkan sebanyak 308 aset dalam 245 lot dilelang dengan target penjualan mencapai 75 persen. Mekanisme ini diharapkan mampu mengembalikan manfaat finansial secara maksimal bagi kas negara melalui sistem yang akuntabel dan transparan.
Arus pengunjung yang mendatangi lokasi pameran terpantau mulai mengalami peningkatan signifikan menjelang siang hari. Berdasarkan pemantauan pada Selasa (19/5/2026) sekitar pukul 10.30 WIB, kondisi area koridor pameran awalnya masih terhitung lengang dan sepi.
Situasi berubah drastis memasuki pukul 11.00 WIB ketika rombongan pengunjung mulai memadati area, khususnya pada zona pameran aset premium. Lonjakan kehadiran ini selaras dengan data calon pembeli potensial yang telah direkapitulasi oleh panitia BPA.
Halaman situs resmi mencatat 104.200 orang telah mengakses platform BPA Fair 2026, dengan 3.400 orang terdaftar sebagai pengunjung medis. Selain itu, terdapat sekitar 100 pembuatan akun lelang baru serta 400 peserta yang melunasi penyetoran uang jaminan lelang.
Kepala BPA Dr. Kuntadi, S.H., M.H., menilai tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan meningkatnya kesadaran publik terhadap proses pemulihan aset negara.
“Kepada seluruh peserta lelang dan masyarakat yang hadir, partisipasi yang diberikan merupakan kontribusi nyata bagi negara,” kata Kuntadi dalam pidato pembukaan BPA Fair 2026.
“Karena semakin banyak yang berpartisipasi, maka semakin banyak aset yang akan terjual dan semakin besar manfaat yang dikembalikan kepada negara,” imbuhnya.
Sebuah ruang kaca khusus menjadi pusat perhatian utama pengunjung karena menyimpan koleksi tas dari rumah mode dunia seperti Hermes, Chanel, Gucci, dan Louis Vuitton. Salah satu barang yang paling diminati adalah produk langka Louis Vuitton Grace Coddington Twist MM.
Pada bagian tengah ruangan, terdapat etalase tertutup yang menampilkan perhiasan berlian, emas, hingga logam mulia. Petugas di lokasi mengonfirmasi bahwa mayoritas koleksi fashion dan aksesori mewah ini merupakan aset rampasan dari perkara hukum Harvey Moeis.
Pengunjung yang hadir dilarang menyentuh langsung barang-barang pameran, namun petugas siap siaga membantu memperlihatkan detail spesifikasi produk. Salah satu item yang banyak ditawar adalah Chanel Classic Double Flap Bag Medium hitam dengan nilai limit Rp 67.238.000 dan jaminan Rp 14.000.000.
Model tas serupa juga tersedia dalam variasi warna navy, abu-abu, coklat, beige, biru elektrik, pink, hingga putih dengan nominal limit bervariasi. Staf penjaga bernama Mely menjelaskan bahwa perbedaan harga ditentukan melalui proses verifikasi, riset pasar, dan penilaian kondisi fisik yang ketat.
Aksesori Personal dan Prosedur Lelang Digital
Sektor perhiasan turut menghadirkan produk dari jenama ternama seperti Tiffany & Co, Felice Jewellery, hingga Sandra Dewi Gold. Beberapa barang memiliki grafir personal seperti anting inisial "SDW", kalung bertuliskan "Sandra", serta ukiran nama "Mika" dan "Raphael" pada cincin.
Banyak pengunjung memanfaatkan momen untuk memotret produk incaran serta mencatat kode lot yang diincar demi kelancaran proses penawaran. Panitia juga menyediakan stan pendampingan bagi masyarakat yang ingin mendaftar di situs resmi lelang.go.id memakai KTP dan rekening bank.
Sistem penawaran harga sepenuhnya dilaksanakan secara daring, di mana peserta diwajibkan menyetor uang jaminan yang akan dikembalikan utuh jika kalah bidding. Masyarakat dapat mengunjungi pameran tanpa dipungut biaya di kantor BPA Kejaksaan RI hingga 21 Mei 2026 dengan mendaftar di bpafair.com.