Bahlil Lahadalia Bantah Kenaikan Tarif Listrik Periode April-Juni 2026

Bahlil Lahadalia Bantah Kenaikan Tarif Listrik Periode April-Juni 2026

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberikan klarifikasi terkait keluhan masyarakat mengenai lonjakan tagihan listrik pada Selasa (5/5/2026) di Istana, Jakarta. Penegasan ini muncul sebagai respons atas keramaian di media sosial terkait isu kenaikan tarif secara diam-diam.

Pemerintah menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada kebijakan untuk mengubah besaran tarif listrik bagi pelanggan. Dilansir dari Nasional, otoritas terkait masih melakukan kajian rutin namun belum membuahkan keputusan untuk menaikkan harga per kilowatt-hour (kWh) yang dibebankan kepada masyarakat.

"Sampai dengan hari ini saya bicara ini, dan exercise yang kami lakukan, itu belum ada kenaikan tarif listrik. Nanti kalau ada nanti akan disampaikan ya," ujar Bahlil, Menteri ESDM.

Pernyataan tersebut menekankan bahwa setiap perubahan kebijakan harga akan diumumkan secara transparan kepada publik sebelum diterapkan. Bahlil mengeklaim bahwa proses evaluasi yang dilakukan kementeriannya belum menunjukkan adanya kenaikan tarif pada periode berjalan ini.

Pihak PT PLN (Persero) turut memperkuat pernyataan tersebut dengan membantah informasi yang beredar di platform Threads dan Instagram. Perusahaan listrik negara tersebut mengonfirmasi bahwa skema harga untuk triwulan kedua tahun ini masih mengikuti ketentuan periode sebelumnya.

"Faktanya, tidak ada kenaikan tarif listrik. Pemerintah telah menetapkan bahwa tarif listrik tetap berlaku sama untuk periode April-Juni 2026 seperti periode sebelumnya," ungkap PLN, PT PLN (Persero).

Manajemen PLN mengimbau para pelanggan agar tetap berhati-hati terhadap penyebaran berita palsu atau hoaks yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Isu ini awalnya memicu kegaduhan setelah akun Instagram @awreceh.id mengunggah keluhan warganet yang merasakan biaya listrik lebih tinggi dari biasanya.

"Fantastis tagihan listrik naiknya tidak sopan, ternyata memang banyak yang merasa PLN diam-diam naikkan tarif. Huffff," tulis salah satu warganet.

Keluhan tersebut kemudian memicu berbagai reaksi dari pengguna lain yang melaporkan kondisi serupa di kolom komentar. Beberapa pelanggan mengeklaim mengalami lonjakan tagihan yang signifikan meskipun tidak ada penambahan alat elektronik di kediaman mereka.

"Kakk? Kok sama sih? Aku biasa total 800 ribu tiba-tiba sudah dua bulan ini jadi 1,3-1,4 juta-an. Elektronik enggak ada yang baru, semua sama, syok banget," sahut warganet lainnya.

Selain pelanggan pascabayar, pengguna layanan prabayar atau token juga menyuarakan keresahan yang sama terkait durasi pemakaian pulsa listrik mereka. Mereka merasa daya yang didapatkan tidak bertahan selama biasanya walau pola konsumsi energi diklaim tetap stabil.

"Ini token juga naik ya? Aku biasanya 200 ribu sebulan ini enggak sampai sebulan sudah habis, padahal pemakaian sama kayak biasanya," kata warganet lainnya.

Artikel terkait

Rekomendasi