Bakom RI Bantah Kontrak Kerja Sama dengan New Media

Bakom RI Bantah Kontrak Kerja Sama dengan New Media

Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI mengklarifikasi status hubungan dengan sejumlah media digital atau new media yang sebelumnya diklaim sebagai mitra strategis pada Kamis (7/5/2026) malam. Dilansir dari Nasional, otoritas menegaskan tidak terikat kontrak formal dengan platform tersebut.

Plt Deputi Bidang Kemitraan dan Hubungan Media Bakom RI, Kurnia Ramadhana, memberikan penegasan mengenai ketiadaan ikatan hukum atau profesional dengan pihak-punak yang tercantum dalam dokumen New Media Forum (INMF).

"Saat ini tidak ada kerja sama atau kontrak apapun antara Bakom dengan INMF atau dengan salah satu dari new media yang tertulis dalam dokumen INMF," tulis Plt Deputi Bidang Kemitraan dan Hubungan Media Bakom RI, Kurnia Ramadhana.

Pernyataan ini muncul setelah berbagai pengelola platform media digital memberikan bantahan secara terbuka mengenai posisi mereka sebagai mitra pemerintah. Bakom menyatakan bahwa interaksi yang terjadi sebelumnya hanya bersifat komunikasi publik biasa.

"Tidak ada kontrak, arahan editorial, maupun bentuk kemitraan yang mengikat media tertentu untuk mendukung pemerintah," jelas Kurnia.

Pihak Bakom menyatakan akan melakukan perbaikan jika terdapat narasi di ruang publik yang memicu salah paham. Mereka mengeklaim tetap menghargai prinsip independensi yang dimiliki oleh setiap pengelola informasi digital di Indonesia.

"Bakom terbuka terhadap kritik, koreksi, dan mekanisme cover both sides sebagai bagian dari demokrasi yang sehat," kata Kurnia.

Dalam pandangan Bakom, struktur lanskap informasi saat ini telah terbagi menjadi empat kategori utama, yaitu media konvensional, media baru, media sosial, dan media yang menyebarkan disinformasi. Fokus utama pemerintah adalah menangani kategori terakhir.

"Yang menjadi musuh kita bersama adalah media DFK," imbuhnya.

Sebelum adanya klarifikasi ini, Kepala Bakom RI M Qodari sempat menyatakan pada Rabu (6/5/2026) bahwa pihaknya mulai merangkul para pengelola platform digital yang sering disebut sebagai homeless media.

"New Media Forum ini sebuah kolaborasi dari beberapa pelaku new media. Jadi dulu namanya dikenal dengan istilah homeless media, tapi teman-teman berusaha bertransformasi menjadi new media," ujar Kepala Bakom RI, M Qodari.

Qodari sebelumnya merinci puluhan nama platform besar seperti Folkative, Indozone, Narasi, hingga USS Feed sebagai bagian dari upaya pemerintah memperluas jangkauan informasi. Daftar tersebut mencakup media gaya hidup, edukasi, hingga komunitas digital.

"Kehadiran teman-teman new media mencerminkan upaya Bakom untuk menjangkau publik seluas-luasnya, tidak hanya melalui media konvensional, tapi juga melalui kanal-kanal digital yang pada hari ini telah menjadi realitas media atau realitas komunikasi kita, sebagai bentuk dari perkembangan teknologi dan sosial kemasyarakatan," jelas Qodari.

Artikel terkait

Rekomendasi