Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI menetapkan deretan media baru atau new media sebagai mitra resmi komunikasi pemerintah dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (6/5/2026). Langkah ini diambil guna memperluas distribusi informasi publik melalui kanal digital yang kini mendominasi realitas komunikasi masyarakat.
Kemitraan tersebut berawal dari audiensi antara Indonesia New Media Forum (INMF) dengan Bakom pada Selasa, 5 Mei 2026, sebagaimana dilansir dari Nasional. Dalam pertemuan itu, INMF menyerahkan dokumen daftar pengelola media baru yang sebelumnya populer dengan istilah homeless media.
Kepala Bakom RI, M Qodari, menjelaskan bahwa transformasi para pengelola konten digital ini merupakan upaya untuk meningkatkan standar kualitas informasi. Pihaknya kini secara resmi mengintegrasikan media-media tersebut ke dalam ekosistem komunikasi istana.
"New Media Forum ini sebuah kolaborasi dari beberapa pelaku new media. Jadi dulu namanya dikenal dengan istilah homeless media, tapi teman-teman berusaha bertransformasi menjadi new media," ujar Qodari, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI.
Ia menekankan bahwa keterlibatan media baru adalah respons terhadap perkembangan teknologi sosial. Hal ini bertujuan agar pesan pemerintah dapat menyentuh seluruh lapisan masyarakat secara efektif.
"Kehadiran teman-teman new media mencerminkan upaya Bakom untuk menjangkau publik seluas-luasnya, tidak hanya melalui media konvensional, tapi juga melalui kanal-kanal digital yang pada hari ini telah menjadi realitas media atau realitas komunikasi kita, sebagai bentuk dari perkembangan teknologi dan sosial kemasyarakatan," jelas Qodari, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI.
Plt Deputi Bidang Kemitraan dan Hubungan Media Bakom RI, Kurnia Ramadhana, dalam keterangan tertulisnya pada Kamis (7/5/2026) malam, merinci kronologi pertemuan dengan INMF. Menurutnya, organisasi tersebut berkomitmen untuk meningkatkan ruang berkembang bagi para anggotanya.
"Pada hari Selasa, 5 Mei 2026, Bakom menerima permohonan audiensi dari Indonesia New Media Forum (INMF). Di awal pertemuan tersebut, Bakom dan anggota INMF saling berkenalan. INMF menjelaskan tentang new media dan organisasi INMF. INMF menjelaskan bahwa mereka berkumpul untuk meningkatkan kualitas dan ruang berkembang," tulis Kurnia Ramadhana, Plt Deputi Bidang Kemitraan dan Hubungan Media Bakom RI.
Pihak pemerintah juga menyoroti pentingnya akuntabilitas dalam operasional media baru, termasuk kepemilikan perusahaan dan penanggung jawab yang jelas. Dalam diskusi tersebut, Bakom sempat mempertanyakan standar jurnalistik yang diterapkan.
"Bakom merespons dengan mengajukan beberapa pertanyaan terkait mekanisme kerja new media. Misalnya, tentang mekanisme cover both sides yang biasanya menjadi standar dalam media konvensional. INMF menjawab mereka memiliki metode yang disebut 'verifikasi'," jelas Kurnia Ramadhana, Plt Deputi Bidang Kemitraan dan Hubungan Media Bakom RI.
Kerja sama ini dipandang sebagai hubungan fungsional yang saling menguntungkan. Pemerintah memfasilitasi kebutuhan berita media baru, sementara media membantu mendiseminasikan program strategis kepada publik.
"Mitra dalam pengertian media membutuhkan berita dan pemerintah perlu menyampaikan informasi ke masyarakat," papar Kurnia Ramadhana, Plt Deputi Bidang Kemitraan dan Hubungan Media Bakom RI.
Terkait penyebutan spesifik puluhan nama media dalam konferensi pers, Kurnia menegaskan bahwa data tersebut sepenuhnya merujuk pada berkas yang diserahkan oleh forum terkait. Langkah ini diambil untuk memastikan standarisasi produk informasi di masa mendatang.
"Penyebutan nama-nama new media dalam konferensi pers tersebut didasarkan pada dokumen yang diberikan oleh INMF kepada Bakom dalam pertemuan 5 Mei 2026 tersebut di atas," imbuh Kurnia Ramadhana, Plt Deputi Bidang Kemitraan dan Hubungan Media Bakom RI.
| No | Nama New Media / Homeless Media |
|---|---|
| 1 | Folkative |
| 2 | Indozone |
| 3 | Dagelan |
| 4 | Indomusikgram |
| 5 | Infipop |
| 6 | Narasi |
| 7 | Muslimvlog |
| 8 | USS Feed |
| 9 | Bapak-Bapak ID |
| 10 | Menjadi Manusia |
| 11 | GNFI |
| 12 | Creativox |
| 13 | Kok Bisa? |
| 14 | TaubaTers |
| 15 | Pandemic Talks |
| 16 | Kawan Hawa |
| 17 | Folix |
| 18 | Ngomongin Uang |
| 19 | Big Alpha |
| 20 | Good States |
| 21 | Hai Dulu |
| 22 | Proud Project |
| 23 | Vebis |
| 24 | Unframe |
| 25 | Kumpul Leaders |
| 26 | CXO Media |
| 27 | Volix Media |
| 28 | How To Be Nothing |
| 29 | Everless Media |
| 30 | Geometry Media |
| 31 | Folks Diary |
| 32 | Dream |
| 33 | Melodi Alam |
| 34 | NKSTHI |
| 35 | Modestalk |
| 36 | Lead Media |
| 37 | Nalar TV |
| 38 | Mahasiswa dan Jakarta |
| 39 | North West |
| 40 | Mature Indonesia |