Yogyakarta International Airport (YIA) di Kabupaten Kulon Progo siap melayani kepulangan perdana jemaah haji langsung ke daerah asal tanpa transit di asrama pada Selasa (2/6/2026), seperti dilansir dari Cahaya. Model debarkasi baru ini diterapkan guna memangkas alur perjalanan jemaah setelah terbang dari Arab Saudi.
Fasilitas pendukung dan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) telah disiagakan di bandara demi kelancaran proses tersebut. Sistem di YIA ini mengadopsi model embarkasi berbasis hotel yang menjadi pionir di Indonesia.
Pelaksana tugas Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY Silvia Rosetti memaparkan bahwa alur pelayanan di bandara mencakup pemeriksaan kesehatan serta dokumen keimigrasian di ruang khusus sebelum jemaah dilepas dengan doa.
"Nanti turun dari pesawat langsung masuk ke bandara, ada ruangan di bandara yang kita siapkan untuk pemeriksaan kesehatan, dokumen, hingga proses kepulangan ke daerah asal," kata Silvia Rosetti, Pelaksana tugas Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY.
Pemerintah daerah setempat telah menyiapkan armada bus di bandara untuk langsung mengangkut jemaah yang selesai diperiksa. PPIH juga menyediakan jalur rujukan ke Puskesmas Temon atau RSUD Wates jika ada jemaah yang membutuhkan penanganan medis darurat.
"Namun, jika kondisi kesehatan jemaah dapat ditangani dengan baik oleh tim medis di Bandara YIA, tidak perlu dirujuk," kata Silvia Rosetti, Pelaksana tugas Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY.
Pengaturan rute kedatangan jemaah haji dipisahkan melalui apron bandara agar tidak mengganggu arus penumpang reguler di terminal domestik maupun internasional. Selain penataan jalur, petugas khusus juga dikerahkan untuk menangani logistik dan barang bawaan jemaah.
"Untuk pengambilan bagasi sudah kita siapkan juga tenaga pendukungnya, untuk angkut-angkut," kata Silvia Rosetti, Pelaksana tugas Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY.