Media baru Big Alpha dan Pandemic Talks secara tegas membantah klaim perekrutan oleh Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI sebagai mitra program pemerintah pada Kamis (7/5/2026).
Kedua media tersebut mengklarifikasi posisi mereka sebagai anggota Indonesia New Media Forum (INMF), sebuah wadah independen bagi pelaku media digital di Indonesia sebagaimana dilansir dari Nasional.
Pengelola Big Alpha memberikan klarifikasi resmi melalui akun media sosial mereka untuk meluruskan status keanggotaan dalam forum komunikasi media tersebut.
"Big Alpha merupakan salah satu anggota INMF," bunyi pernyataan sikap Big Alpha yang diunggah dalam akun Instagram @bigalphaid, Kamis (7/5/2026).
Pihak manajemen menekankan bahwa posisi mereka dalam ekosistem informasi tetap berada di jalur mitra yang tidak terikat oleh struktur birokrasi pemerintah mana pun.
"Tidak benar bahwa Big Alpha direkrut oleh Bakom untuk menjadi mitra dalam menyampaikan atau menjalankan program-program pemerintah," bunyi pernyataan sikap Big Alpha.
Lembaga ini menjabarkan bahwa INMF dibentuk secara mandiri sejak Juli 2025 sebagai sarana advokasi bagi media baru agar tercipta lingkungan digital yang kredibel dan transparan.
"Serta mengedepankan informasi yang akurat, kredibel, dan dapat dipertanggungjawabkan," bunyi pernyataan sikap Big Alpha.
Langkah serupa juga diambil oleh pengelola Pandemic Talks yang memberikan penegasan mengenai independensi platform mereka di tengah isu kerja sama dengan otoritas komunikasi negara.
"Pandemic Talks tidak direkrut oleh Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI)," bunyi pernyataan sikap Pandemic Talks dalam unggahan di akun Instagram @pandemictalks, Kamis.
Partisipasi Pandemic Talks dalam INMF dijelaskan sebagai bentuk kolaborasi antarsesama praktisi media baru guna memperkuat jaringan yang saling mendukung tanpa intervensi pemerintah.
"Pandemic Talks tetap berkomitmen sebagai New Media yang menjunjung nilai-nilai independen dan kemanusiaan," bunyi pernyataan sikap Pandemic Talks.