Badan Pangan Nasional (Bapanas) memperkuat kolaborasi dengan pelaku usaha untuk menstabilkan harga gula konsumsi bersamaan dengan pemberian penghargaan bintang tanda jasa dari pemerintah Jepang kepada dua tokoh nasional pada Selasa (12/5/2026).
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menyatakan bahwa pihaknya telah menjalin kerja sama dengan Asosiasi Pengusaha Gula Indonesia (APGI) guna memastikan kelancaran pasokan selama musim giling tebu pada Mei 2026.
"Kami sudah dua kali kita rapatkan dan terakhir kemarin kami kirim surat ke APGI untuk ikut menstabilkan harga. Kita berharap Mei ini sudah mulai musim giling. Nah dengan Mei ini mulai musim giling, relatif kita bisa menstabilkan harga," kata Ketut.
Pemerintah memprediksi produksi gula bulanan pada Mei akan melonjak hingga 374 persen mencapai 276,4 ribu ton dibandingkan April yang hanya 58,3 ribu ton. Langkah ini diambil setelah harga gula berfluktuasi sepanjang April lalu.
"Apalagi Mei ini merupakan awal musim giling tebu, sehingga produksi bulanan dapat meningkat dan pasokan ke pasaran juga bisa lebih deras," tutur Ketut.
Sesuai Peraturan Bapanas Nomor 12 Tahun 2024, harga acuan penjualan ditetapkan Rp17.500 per kg untuk wilayah umum dan Rp18.500 per kg di Indonesia Timur serta wilayah 3TP.
"Dan saya sudah tekankan sekali lagi ke APGI, Asosiasi Pengusaha Gula Indonesia, untuk ikut menstabilkan harga gula," tambah Ketut.
Pada hari yang sama, pemerintah Jepang menganugerahkan The Order of the Rising Sun, Gold and Silver Star kepada Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Mari Elka Pangestu, atas perannya dalam penguatan hubungan ekonomi kedua negara.
Dilansir dari Bisnis.com, Mari dinilai berjasa mewujudkan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Jepang–Indonesia serta mendorong investasi dan perdagangan saat menjabat sebagai Menteri Perdagangan dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
Selain Mari, Rektor Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), Jamhari Makruf, juga menerima penghargaan The Order of the Rising Sun, Gold Rays with Neck Ribbon karena kontribusinya pada pertukaran akademik dan hubungan masyarakat Islam dengan Jepang.
Hingga akhir April 2026, stok gula di APGI tercatat sekitar 100 ribu ton, sementara Perum Bulog menguasai 2,6 ribu ton yang akan didistribusikan melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM) di seluruh Indonesia.
"Musim giling tebu pun akan dimulai pada pertengahan Mei ini di sebagian besar wilayah Jawa," ucap Ketut.