Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri memeriksa sejumlah saksi dan konsumen terkait dugaan penyalahgunaan gas nitrous oxide atau N2O bermerek Whip Pink yang jamak beredar di media sosial.
Langkah hukum ini diambil kepolisian usai melakukan penyelidikan mendalam terhadap dokumen penjualan serta pemeriksaan digital forensik pada telepon genggam para tenaga penjual PT Suplaindo Sukses Sejahtera.
Penyidik menemukan adanya dampak kesehatan serius dari penggunaan produk tersebut, termasuk kasus seorang konsumen yang kehilangan kontrol tubuh.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Hadi Santoso menjelaskan salah satu pengguna berinisial AM terpaksa dilarikan ke rumah sakit di Tangerang akibat dampak gas tersebut.
“AM menjelaskan bahwa penggunaan produk gas N2O merek Whip Pink diduga kuat telah berdampak pada kesehatannya sehingga harus dilakukan perawatan intensif di salah satu rumah sakit di bilangan Tangerang,” kata Eko.
Menurut penuturan petugas, korban tidak mampu mengendalikan pergerakan kakinya sendiri hingga terjatuh sebelum dievakuasi ke fasilitas kesehatan.
“AM mengalami lumpuh temporer hingga terjatuh di tangga rumahnya,” ungkap Eko pada Jumat (29/5).
Pihak kepolisian menyatakan kondisi kelumpuhan sementara ini sejalan dengan analisis medis dari Kementerian Kesehatan mengenai risiko paparan gas N2O tanpa pengawasan.
“Saksi yang dipanggil salah satunya merupakan seorang influencer platform media sosial Instagram, di mana yang bersangkutan membeli dan menggunakan produk gas N2O merek Whip Pink dan sempat viral di jagat media sosial Instagram melalui akun @makassar_iinpo,” kata Eko pada Rabu (20/5/2026).
Hingga kini Bareskrim Polri telah mengamankan sembilan pegawai PT Suplaindo Sukses Sejahtera untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan saksi-saksi pekerja PT Suplaindo Sukses Sejahtera, analisa dokumen penjualan, pemeriksaan digital forensik handphone para pekerja salesmen, Subdit 3 akan melakukan pemanggilan beberapa konsumen yang melakukan pembelian tabung Whip Pink,” ujar Eko.
Kepolisian mencatat bahwa operasional distribusi produk kuliner ini mencakup belasan tempat penyimpanan di berbagai kota besar di Indonesia.
Kasubdit III Dittipidnarkoba Bareskrim Polri Kombes Pol Zulkarnain Harahap membeberkan tata cara interaksi konsumen dalam memperoleh komoditas tersebut melalui platform digital.
“AM menerangkan bahwa dirinya mengenal produk gas N₂O merek Whip Pink melalui sebuah kelab di bilangan PIK, Jakarta Utara yang dijual melalui balon, kemudian dirinya memesan secara langsung melalui media sosial Instagram dan diarahkan langsung ke WhatsApp admin Whip Pink,” kata Zulkarnain pada Jumat (29/5).
Berdasarkan data pemeriksaan, aktivitas transaksi yang dilakukan oleh pemesan tersebut berlangsung selama kurun waktu tiga bulan pertama di tahun 2026.
“Dirinya sudah melakukan pemesanan produk-produk gas N₂O merek Whip Pink sejak bulan Januari-Maret 2026 untuk konsumsi pribadi,” ujarnya.
Penyidik juga mendapatkan keterangan dari pelanggan lain berinisial CD yang rutin memesan tabung ukuran ratusan gram sejak pertengahan tahun lalu.
“Menurut keterangan CD, sudah memesan lebih dari 5 kali (ukuran 640 g dan 950 g) antara pertengahan 2025 hingga awal 2026,” ujar Zulkarnain.
CD mengonsumsi isi tabung tersebut secara langsung menggunakan alat bantu pemecah gas yang dialirkan menuju mulut.
"Cara penggunaan dengan memasukkan nozzle ke mulut dan diputar sehingga gas N2O masuk ke mulutnya. Cara pembelian melalui mengisi formulir yang tertera di WA bisnis perusahaan PT SSS," tambahnya.
Lantaran beberapa figur publik mangkir dari agenda interogasi, pihak berwenang menerbitkan surat perintah penjemputan paksa terhadap dua saksi berinisial RV dan ZNM.
“Saksi RV and ZNM belum ada konfirmasi dan Jumat 29 Mei 2026 di keluarkan surat perintah membawa untuk dihadapkan ke penyidik,” kata Zulkarnain.
Polisi mengonfirmasi terdapat satu figur media sosial lain yang bersedia hadir memenuhi panggilan setelah masa perayaan keagamaan.
“Sementara itu, saksi APG (selebram) konfirmasi habis lebaran, akan hadir setelah lebaran,” ujar Zulkarnain.