Bareskrim Polri Amankan 321 Pelaku Judi Online di Hayam Wuruk

Bareskrim Polri Amankan 321 Pelaku Judi Online di Hayam Wuruk

Bareskrim Polri mengamankan 321 orang dalam operasi penggerebekan markas judi online jaringan internasional di sebuah gedung perkantoran kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, pada Sabtu (9/5/2026). Operasi ini mengungkap besarnya skala kejahatan siber lintas negara yang beroperasi di wilayah Indonesia.

Dari total pelaku yang diamankan, dilansir dari Megapolitan, mayoritas merupakan warga negara asing (WNA) yang berjumlah 228 orang asal Vietnam, 57 asal China, dan 13 asal Myanmar. Petugas juga membawa 11 warga Laos, 5 warga Thailand, serta masing-masing 3 orang dari Malaysia dan Kamboja.

Kepolisian menyebutkan bahwa aktivitas jaringan ini telah berlangsung selama kurang lebih dua bulan sebelum akhirnya ditindak. Selama masa operasional tersebut, para pekerja asing tersebut diketahui tinggal di beberapa titik di sekitar lokasi perkantoran.

Warga sekitar mengaku sudah menaruh kecurigaan terhadap aktivitas di gedung tersebut karena banyaknya warga asing yang berlalu-lalang. Ananda, seorang warga setempat, menyatakan bahwa dirinya sering melihat warga negara asing keluar masuk gedung dalam beberapa bulan terakhir.

"Biasanya suka banyak orang asing kayak Vietnam gitu di sini. Aku dari awal udah curiga sih," kata Ananda.

Ia baru mengetahui bahwa gedung tersebut menjadi lokasi operasional judi setelah pihak kepolisian mulai berjaga di lokasi sejak Sabtu kemarin.

"Tapi baru tahu kalau mereka bikin tempat judol di sini. Mana enggak bisa bahasa Inggris," ujar Ananda.

Kecurigaan serupa juga muncul dari petugas keamanan gedung di sekitar lokasi kejadian. Sulaiman, seorang petugas keamanan, memperhatikan adanya ketidakwajaran pada bahasa dan gaya berpakaian para penghuni gedung.

"Aneh bahasanya (asing). Saya sudah mencirikan lah, cuma ya enggak kelihatan gara-gara (kerjanya) online. Cuma ya curiga saja," kata Sulaiman.

Sulaiman menambahkan bahwa penampilan para pekerja tersebut tampak sangat santai dan tidak mencerminkan pekerja kantoran pada umumnya.

"Katanya ada yang kayak WNA pakai celana pendek, sedangkan biasanya orang kantoran kan pasti celana panjang," ujar Sulaiman.

Data Kementerian Komunikasi dan Informatika menunjukkan upaya pemutusan akses terhadap 3,7 juta konten judi online telah dilakukan sejak Juli 2023 hingga Oktober 2024. Meskipun intervensi pemerintah diklaim berhasil menekan perputaran uang hingga Rp 404 triliun, tren nilai transaksi terus meningkat secara signifikan sejak 2017.

Pengamat keamanan siber Alfons Tanujaya memberikan pandangannya mengenai fenomena kejahatan terorganisir yang melibatkan jaringan lintas negara ini.

"Ini merupakan kejahatan terorganisir. Dan kita harus realistis bahwa kita tidak bisa memberantasnya 100 persen," kata Alfons.

Alfons menekankan pentingnya kolaborasi antarlembaga seperti BSSN, OJK, dan PPATK untuk melacak aspek siber dan aliran dana.

"Kepolisian saja tidak cukup karena polisi fokus pada penindakan. Untuk identifikasi siber kita butuh BSSN. Untuk menelusuri aliran dana kita butuh OJK dan PPATK," ujarnya.

Ia pun mengusulkan adanya pembentukan satuan tugas khusus yang melibatkan berbagai kementerian dan lembaga terkait.

"Harus ada satgas khusus yang terdiri dari kepolisian, Komdigi, PPATK, OJK, dan BSSN kalau memang ingin serius menindak hal ini," kata Alfons.

Menurutnya, penanganan yang berjalan parsial selama ini menyebabkan jaringan-jaringan baru selalu muncul untuk menggantikan bandar yang tertangkap.

"Kalau satu bandar berhasil ditangkap, tetapi permintaan dan keuntungan masih besar, akan muncul bandar baru yang menggantikan," ujar Alfons.

Alfons mengingatkan bahwa upaya pembersihan praktik ilegal ini memerlukan konsistensi dan strategi yang berkelanjutan.

"Penanganannya harus seperti maraton, bukan sprint atau lari jarak pendek," ucap Alfons.

Artikel terkait

Rekomendasi