Program pelatihan vokasi sekuriti secara gratis kini dibuka oleh Badan Amil Zakat Nasional Kota Tangerang bagi masyarakat penerima zakat atau mustahik. Langkah ini dihadirkan demi membekali peserta dengan keterampilan kerja mumpuni sekaligus membuka akses terhadap lapangan pekerjaan profesional, seperti dikutip dari Cahaya.
Para peserta yang telah menyelesaikan masa pelatihan bakal langsung disalurkan ke berbagai instansi yang telah menjalin kerja sama dengan Baznas. Agenda ini menjadi wujud nyata dari strategi pemberdayaan ekonomi mustahik demi mendongkrak taraf kesejahteraan keluarga.
Ketua Baznas Kota Tangerang, Aslie Elhusyairy, mengonfirmasi bahwa seluruh alumnus pelatihan akan ditempatkan bekerja pada lembaga mitra. Sebelum mulai mengemban tugas, para peserta dipastikan mendapat pembekalan matang yang disesuaikan dengan standar serta kualifikasi kebutuhan setiap klien.
"Ini adalah upaya kami agar mustahik memiliki keterampilan dan pekerjaan, sehingga mampu meningkatkan ekonomi keluarga," kata Aslie di Tangerang, Sabtu (23/5/2026).
Pendaftaran program pelatihan sekuriti tanpa pungutan biaya ini dibuka dengan ketersediaan kuota yang terbatas hingga 10 Juni 2026. Masyarakat yang berminat dapat menyerahkan berkas langsung ke Kantor Baznas Kota Tangerang di Jalan Nyi Mas Melati.
Berkas administrasi yang wajib dipenuhi meliputi fotokopi KTP domisili Kota Tangerang, dua lembar fotokopi ijazah SMA atau sederajat, serta dua lembar pas foto ukuran 3x4. Pendaftar juga harus menyertakan surat keterangan sehat resmi dari puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat.
Proses pengajuan harus mendapatkan rekomendasi dari Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) Baznas di wilayah kecamatan masing-masing, disertai surat permohonan bantuan pelatihan dari kelurahan setempat. Dokumen pendukung lain yang tidak boleh dilewatkan adalah Curriculum Vitae (CV), foto kondisi rumah, dan formulir pernyataan kesediaan mengikuti pelatihan dari awal hingga akhir.
Kriteria Calon Peserta
Sejumlah kualifikasi khusus telah ditetapkan oleh Baznas Kota Tangerang untuk menyaring calon peserta. Pendaftar harus berjenis kelamin laki-laki dengan usia berkisar antara 21 sampai 38 tahun.
Syarat fisik yang mutlak dipenuhi adalah memiliki tinggi badan minimal 165 sentimeter dengan berat badan yang proporsional. Kandidat yang dicari merupakan warga yang belum memiliki pekerjaan tetap dan tidak terikat dalam kegiatan rutin lain.
Kriteria terakhir mewajibkan rekam jejak pendaftar bersih dari status cacat hukum di wilayah Indonesia. Calon peserta pun harus bersedia menerima kunjungan dari tim survei, mengikuti seluruh rangkaian kelas hingga rampung, serta patuh pada segala regulasi yang telah disepakati.