BAZNAS Majalengka Perkuat Ekosistem Zakat Melalui Forum Nasional

BAZNAS Majalengka Perkuat Ekosistem Zakat Melalui Forum Nasional

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memperkuat ekosistem pengelolaan zakat daerah melalui penyelenggaraan BAZNAS Development Forum (BDF) V di Gedung Yudha Abdi Negara, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Sabtu (23/5/2026).

Acara yang berlangsung pukul 15.00 hingga 18.00 WIB ini dihadiri berbagai pemangku kepentingan nasional dan daerah, seperti dilansir dari Cahaya. Agenda utama berfokus pada percepatan transformasi sosio-ekonomi masyarakat.

Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, menilai kegiatan berskala nasional ini memicu motivasi besar bagi wilayahnya.

“Kami sangat mengapresiasi terselenggaranya BAZNAS Development Forum V ini. Forum ini memberikan warna tersendiri bagi Kabupaten Majalengka karena skalanya nasional dan diikuti secara langsung maupun daring oleh BAZNAS dari berbagai daerah di Indonesia,” ujar Agus Asri Sabana.

Sinergi kelembagaan di Majalengka terus ditingkatkan melalui penguatan regulasi berupa Peraturan Bupati Majalengka Nomor 92 Tahun 2025 yang rampung dibahas dalam waktu dua bulan. BAZNAS Majalengka juga mengoptimalkan zakat profesi ASN serta meluncurkan gerakan sedekah di lingkungan sekolah.

“Dalam kurun Juli 2025 sampai Mei 2026, penghimpunan dana dari program tersebut sudah mencapai lebih dari Rp1 miliar. Ini menjadi langkah penting membangun budaya sedekah sejak dini,” kata Agus Asri Sabana.

Langkah taktis lain yang diterapkan meliputi pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di lebih dari 1.300 sekolah dan ratusan DKM masjid. BAZNAS Majalengka juga memperluas jangkauan ke sektor swasta melalui program infak karyawan.

Pemerintah daerah menempatkan lembaga amil zakat ini sebagai mitra penting dalam menanggulangi kemiskinan masyarakat.

“Saya tidak ingin ada masyarakat Majalengka yang kelaparan, rumahnya tidak layak, atau anak-anak yang kekurangan makan. Di sinilah BAZNAS menjadi kekuatan percepatan ketika APBD memiliki keterbatasan,” ujar Eman Suherman, Bupati Majalengka.

Pemerintah Kabupaten Majalengka memberikan dukungan berupa dana hibah dan optimalisasi zakat ASN yang kini mengumpulkan dana sekitar Rp1,2 miliar per bulan dari kepesertaan yang baru mencapai 60 persen.

“Kalau nanti bisa 100 persen, potensinya bisa mencapai Rp3 miliar setiap bulan,” kata Eman Suherman.

Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional, Hj. Saidah Sakwan, menyatakan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama ketahanan ekosistem zakat daerah.

“Ketika ekosistem daerah kuat, maka ekosistem zakat dan kemakmuran masyarakat juga akan meningkat. Apa yang dilakukan Majalengka ini bisa menjadi benchmark nasional,” ujar Saidah Sakwan.

Pola pengelolaan zakat nasional kini diarahkan untuk tidak hanya bertumpu pada penyaluran konsumtif, tetapi juga menyasar kemandirian masyarakat secara jangka panjang.

“Transformasi dari bantuan karitatif menuju pemberdayaan ekonomi menjadi kunci penting dalam penguatan ekosistem zakat. Dengan begitu manfaat zakat bisa dirasakan lebih luas dan berkelanjutan,” kata Muhammad Imdadun Rahmat, Deputi II BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan.

BDF V turut memaparkan kisah sukses peningkatan zakat BAZNAS Kabupaten Ciamis dari Rp6 miliar menjadi Rp17 miliar melalui UPZ desa, serta inovasi penyaluran gizi oleh BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya.

Artikel terkait

Rekomendasi