Petugas X-ray Bea Cukai Arab Saudi membongkar paksa koper milik seorang jemaah haji asal Indonesia di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, pada Sabtu (16/5) dini hari. Tindakan tegas ini diambil setelah alat pemindai mendeteksi muatan mencurigakan dalam jumlah besar di dalam koper tersebut.
Pemeriksaan manual lanjutan oleh petugas kemudian mengungkap keberadaan ratusan slop rokok yang disembunyikan, sebagaimana dilansir dari Nasional. Penemuan ini dikonfirmasi langsung oleh Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara PPIH Arab Saudi, Abdul Basir.
Pihak otoritas bandara sebelumnya juga sempat menemukan barang-barang lain seperti lima kilogram tempe orek dan puluhan renceng bumbu dapur melalui pemeriksaan X-ray. Kasus penyelundupan rokok kali ini tercatat berasal dari salah satu embarkasi di Indonesia dengan jumlah perkiraan mencapai 100 slop.
"Ya, salah satu kejadian yang menonjol tadi malam, dini hari, ada koper jemaah kita yang dibongkar oleh petugas X-ray di Custom karena ditemukan ada barang-barang yang terlarang," ujar Abdul Basir, Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara PPIH Arab Saudi.
Meskipun sempat ditahan untuk pemeriksaan, koper tersebut kini telah dikembalikan kepada pemiliknya setelah kelebihan muatan diamankan. Regulasi ketat Arab Saudi sebenarnya masih mengizinkan jemaah membawa rokok, namun dengan batasan kuota maksimal yang sangat terbatas.
"Tadi malam koper jemaah yang dibuka itu sudah diserahkan kembali kepada jemaahnya, dan jemaah masih tetap diberikan haknya untuk boleh membawa rokok dalam batas maksimal dua slop," jelas Abdul Basir, Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara PPIH Arab Saudi.
Seluruh sisa rokok yang melebihi batas ketentuan tersebut langsung disita oleh pihak berwenang setempat untuk memproses pelanggaran kuota.
"Untuk rokok-rokok yang didapatkan di dalam koper itu sudah disita oleh pihak Bea Cukai Arab Saudi, dan masalah sudah selesai," tambah Abdul Basir, Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara PPIH Arab Saudi.
Merespons insiden ini, PPIH Arab Saudi 2026 langsung bergerak melakukan koordinasi dan evaluasi bersama pihak embarkasi asal jemaah di Indonesia agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Jemaah haji yang belum berangkat diimbau keras untuk mematuhi aturan barang bawaan demi kelancaran pelayanan di bandara.