Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) memberikan pernyataan resmi terkait munculnya nama Direktur Jenderal Djaka Budi Utama dalam berkas dakwaan kasus dugaan suap impor pada Kamis (7/5/2026). Nama tersebut terseret dalam perkara yang menjerat pimpinan Blueray Cargo Group, John Field, di Pengadilan Tipikor Jakarta.
Kasubdit Hubungan Masyarakat dan Penyuluhan Bea Cukai, Budi Prasetyo, memberikan penegasan bahwa instansinya menghormati seluruh proses hukum yang sedang bergulir. Penjelasan ini muncul menyusul pembacaan dakwaan oleh jaksa penuntut umum terhadap tiga terdakwa dalam sidang yang digelar Rabu (6/5/2026).
"Karena perkara ini sudah masuk ke tahap persidangan, untuk menghormati dan menjaga independensi proses tersebut, kami tidak berkomentar mengenai substansi perkara," ujar Budi dalam keterangannya, Kamis (7/5/2026).
Pihak otoritas kepabeanan menyatakan komitmennya dalam menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah selama proses pembuktian di pengadilan berlangsung. Berdasarkan laporan dari Money, perkara ini bermula dari surat dakwaan Komisi Pemberantasan Korupsi Nomor 38/TUT.01.04/24/04/2026 yang melibatkan John Field, Dedy Kurniawan Sukolo, dan Andri.
Berkas dakwaan memaparkan adanya pertemuan di Hotel Borobudur pada Juli 2025 yang dihadiri sejumlah pengusaha kargo dan pejabat Bea Cukai, termasuk Djaka Budi Utama. Meski nama Djaka tercantum bersama pejabat lain seperti Rizal dan Sisprian Subiaksono, jaksa penuntut umum tidak merincikan adanya penerimaan uang atau fasilitas yang mengalir kepada Dirjen tersebut.
Fokus utama dakwaan justru mengarah pada dugaan suap senilai Rp 61,3 miliar dalam bentuk dollar Singapura yang diberikan kepada pejabat Bea Cukai lainnya dalam kurun waktu Juli 2025 hingga Januari 2026. Selain uang tunai, para terdakwa diduga menyetor fasilitas hiburan senilai Rp 1,845 miliar, jam tangan mewah Tag Heuer, hingga mobil Mazda CX-5 untuk memperlancar arus pengeluaran barang impor.
Modus operandi yang diungkap dalam persidangan mencakup dugaan manipulasi sistem pengawasan impor melalui penyusunan target berdasarkan basis data internal. Langkah tersebut dilakukan guna memastikan barang milik Blueray Cargo Group masuk ke jalur pemeriksaan dengan risiko rendah sehingga lebih mudah keluar dari pelabuhan.
Djaka Budi Utama sendiri baru menjabat sebagai Direktur Jenderal Bea dan Cukai sejak pelantikannya pada 23 Mei 2025. Purnawirawan militer lulusan Akademi Militer 1990 ini sebelumnya memegang berbagai posisi strategis, termasuk Sekretaris Utama Badan Intelijen Negara dan Inspektur Jenderal Kementerian Pertahanan sebelum ditunjuk memimpin otoritas kepabeanan.