Belasan orang yang mengaku sebagai anggota organisasi kemasyarakatan GRIB Jaya mendatangi kediaman penulis buku, Ahmad Bahar, di kawasan Cimanggis, Depok, Jawa Barat, pada Minggu (17/5/2026).
Kedatangan rombongan tersebut bertujuan untuk mencari Ahmad Bahar, namun karena yang bersangkutan tidak berada di tempat, mereka membawa putri sang penulis yang berusia 33 tahun, sebagaimana dilansir dari Megapolitan.
Aksi penjemputan paksa tersebut diduga dilakukan agar Ahmad Bahar bersedia menemui Ketua Umum GRIB Jaya, Rosario de Marshall atau yang dikenal sebagai Hercules.
"Kemarin jam 14.00 WIB, di rumah cuma ada anak-anak saya, mereka nyari suami saya enggak ada, akhirnya anak saya dipaksa ikut biar suami saya nemuin Hercules di markasnya," kata Yenni Nur, Istri Ahmad Bahar.
Ketika peristiwa tersebut berlangsung, Yenni sedang berada di luar kota sementara suaminya dalam perjalanan untuk menyerahkan buku kepada Ketua Umum Partai Amanat Nasional, Zulkifli Hasan, sehingga komunikasi dengan suaminya sempat terputus.
"Saya terputus kontak sama suami, dia tidak bisa dihubungi handphone-nya," ujar Yenni Nur, Istri Ahmad Bahar.
Rombongan pria tersebut dilaporkan tetap memaksa masuk dan menggeledah isi rumah meskipun di dalamnya hanya ada tiga anak Yenni, serta menolak membubarkan diri walaupun Ahmad Bahar tidak ditemukan.
"Yang dicari Pak Ahmad, terus sampai anak saya dibawa itu untuk jadi sandera kalau Pak Ahmad belum nemuin mereka, gitu loh. Jadi disuruh datang dulu baru anak saya dipulangin, mana itu pas hari ulang tahun anak saya, sedih," ucap Yenni Nur, Istri Ahmad Bahar.
Ketua RW setempat kemudian mendampingi putri Yenni saat dibawa oleh rombongan tersebut guna memastikan keselamatannya.
Menurut Yenni, ketegangan ini dipicu oleh peretasan nomor telepon seluler putrinya yang digunakan oleh peretas untuk mengirim pesan ancaman kepada Hercules, serta unggahan video kritik Ahmad Bahar di TikTok terkait perseteruan Hercules dengan Amien Rais.
"Tiga atau empat hari yang lalu, HP anak saya di-hack. Ternyata hacker-nya itu mengancam-ancam si Hercules, pakai nomor anak saya," kata Yenni Nur, Istri Ahmad Bahar.
Pihak Hercules sebelumnya sempat datang meminta klarifikasi, dan meski keluarga sudah memberikan bukti peretasan, penjelasan tersebut tidak dihiraukan.
"Waktu itu ada dua orang dari pihak mereka yang datang mengklarifikasi. Tetap aja katanya, 'Itu kamu yang lakuin'. Lah, mau nunjukin gimana lagi, kita ada bukti-bukti kalau HP kita di-hack. Ya apalagi anak saya perempuan ya, mana mungkin mau urusan yang kayak gitu-gitu," ujarnya Yenni Nur, Istri Ahmad Bahar.
Faktor lain yang memperkeruh situasi adalah konten video Ahmad Bahar yang membela Amien Rais dan dinilai menyudutkan Hercules.
"Awal ininya sih ya ada konten Pak Ahmad Bahar yang menyinggung-menyinggung Hercules. Karena kan Hercules itu waktu itu mengingatkan Pak Amien Rais, sementara Pak Ahmad itu kan emang deket sama Pak Amien. Otomatis aja ya kontennya sih emang rada nyerempet-nyerempet, 'kamu tuh udah waktunya tumbang' gitu ngomong ke Hercules," jelas Yenni Nur, Istri Ahmad Bahar.
Setelah Ahmad Bahar berhasil dihubungi, ia segera berkoordinasi dengan LBH Muhammadiyah untuk membuat laporan di Polres Metro Depok, yang kemudian direspons polisi dengan meminta pihak Hercules mengantarkan putri Ahmad Bahar ke markas kepolisian.
"Disuruh dianterin ke Polres Depok. Jadi mereka yang suruh nganterin, jadi kita kan udah menang di situ. LBH Muhammadiyah sudah siap juga dampingin. Sekitar pukul 02.00 WIB lah baru sampai itu," ucap Yenni Nur, Istri Ahmad Bahar.
Putri Ahmad Bahar akhirnya pulang dengan selamat setelah kedua belah pihak menandatangani kesepakatan damai di atas kertas bermaterai pada Senin (18/5/2026) dini hari.
"Yang jelas sudah selesai ada hitam di atas putih lah bermaterai. Mungkin itu kesepakatan-kesepakatan yang diambil, tapi yang tahu detail isinya suami saya, dia lagi enggak ada juga. Yang penting anak saya sih udah aman kan udah di rumah," ujar Yenni Nur, Istri Ahmad Bahar.
Yenni menyesalkan tindakan penggerudukan tersebut dan menegaskan bahwa permasalahan ini seharusnya diselesaikan secara hukum tanpa intimidasi fisik.
"Artinya kan kalau kita negara hukum ya udah laporin aja Pak Ahmad gitu kalau dia merasa si Hercules-nya tersinggung apa difitnah. Kan kita negara hukum lah, kenapa masih pakai aksi-aksi premanisme gitu. Bukan menggerebek model-model preman, itu kan udah nggak bisa dibenarkan di negara kita," tutur Yenni Nur, Istri Ahmad Bahar.