BEM KM IPB University Tolak Pelibatan Kampus dalam Dapur Program MBG

BEM KM IPB University Tolak Pelibatan Kampus dalam Dapur Program MBG

Badan Eksekutif Mahasiswa Kabinet Mercusuar (BEM KM) IPB University menyatakan penolakan terhadap keterlibatan perguruan tinggi dalam pendirian dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sikap ini disampaikan melalui surat terbuka yang diunggah pada Rabu (6/5/2026) untuk Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, sebagaimana dilansir dari Edukasi.

Presiden Mahasiswa BEM KM IPB University, Muhammad Abdan Rofi, meminta pihak berwenang untuk tidak memaksakan kebijakan tersebut kepada institusi pendidikan. Mahasiswa menekankan bahwa universitas seharusnya berfungsi sebagai lembaga moral dan intelektual.

"Kepada Kepala Badan Gizi Nasional, tolong pak, jangan terlalu memaksa," pembuka surat terbuka yang diwakili oleh Presiden Mahasiswa BEM KM IPB University, Muhammad Abdan Rofi itu.

Pihak mahasiswa menyoroti sejumlah masalah krusial mulai dari kasus keracunan makanan hingga realokasi anggaran pendidikan. Rofi juga menyinggung penutupan ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dinilai tidak memenuhi standar operasional.

"Masih ada 1.242 orang yang keracunan makan bergizi gratis. Masih ada ratusan triliun anggaran pendidikan yang direalokasi untuk makan bergizi gratis. Masih ada 1.720 SPPG yang ditutup karena tidak sesuai dengan standar operasional. Masih ada puluhan SPPG yang masih dimiliki oleh kepentingan partai politik dan oligarki," tegas Rofi.

BEM KM IPB mendesak BGN melakukan evaluasi mendalam di tengah kondisi sarana sekolah dan kesejahteraan guru honorer yang belum memadai. Munculnya laporan penggunaan anggaran miliaran rupiah untuk keperluan logistik non-pangan juga memicu kritik tajam dari pihak mahasiswa.

"Dengan dalih 'Menjadi labolatorium hidup untuk pengembangan riset dan inovasi'. Sudah cukup pak. Rakyatmu sudah muak," ujarnya lagi.

Menindaklanjuti sikap tersebut, organisasi kampus di Kabinet Mercusuar tengah menyiapkan langkah untuk berdialog dengan pimpinan universitas. Upaya ini dilakukan guna menyampaikan aspirasi mahasiswa secara langsung kepada pihak rektorat.

"Kami sedang merancang eskalasi di internal KM IPB untuk menyampaikan ke rektorat langsung bersama keluarga mahasiswa IPB," tutur Rofi dihubungi Kompas.com via pesan singkat, Rabu.

Di sisi lain, Rektor IPB University Alim Setiawan Slamet sebelumnya telah menyatakan kesiapan kampus untuk membangun SPPG di wilayah Bogor. Pembangunan dapur MBG tersebut direncanakan mulai berjalan pada bulan Mei ini guna mendukung distribusi makanan ke sekolah-sekolah.

“Kalau di IPB, Insyaallah mungkin Mei, kesatu. Dan mungkin nanti berikutnya di Juni,” kata Alim usai acara Sinergi Alumni IPB untuk Bangsa di Jakarta, dikutip dari Antara.

Rencana pembangunan tersebut diproyeksikan akan mencakup lebih dari dua unit gedung dapur dengan menyesuaikan kondisi di lapangan. Meskipun detail teknis belum sepenuhnya rampung, distribusi menu MBG ini rencananya menyasar sejumlah sekolah di sekitar lingkungan kampus Bogor.

Artikel terkait

Rekomendasi