Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan warga yang mampu secara ekonomi diperbolehkan untuk menolak program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna meningkatkan efisiensi penggunaan anggaran negara. Pernyataan tersebut disampaikan pada Selasa (12/5/2026) merespons arahan Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan tidak ada paksaan dalam pelaksanaan program bantuan pemenuhan gizi tersebut.
Wakil Kepala BGN Nanik S. Deyang menjelaskan bahwa masyarakat yang memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhan gizi secara mandiri tanpa bantuan negara diizinkan untuk tidak menerima manfaat program ini. Langkah tersebut dinilai akan membuat alokasi dana pemerintah menjadi jauh lebih tepat sasaran bagi pihak yang benar-benar membutuhkan.
"Dari awal kan memang program ini untuk pemenuhan gizi, jadi yang sudah terpenuhi gizinya ya memang nggak apa-apa menolak, biar efisien di anggaran," ujar Nanik kepada detikcom, Selasa (12/5/2026).
Nanik menambahkan bahwa sikap yang ditunjukkan oleh Presiden Prabowo Subianto terkait fleksibilitas penerimaan bantuan sudah tepat. Ia menekankan kembali dilansir dari Detik Finance bahwa fleksibilitas ini merupakan bagian dari strategi nasional dalam pengelolaan sumber daya gizi.
"Apa yang disampaikan presiden sudah benar, memang tidak ada paksaan," tegas Nanik.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pandangannya saat melakukan kunjungan kerja ke Kampung Nelayan Merah Putih di Gorontalo pada Sabtu (10/5/2026). Presiden menyoroti adanya sekolah-sekolah yang didominasi siswa dari keluarga mampu yang kemungkinan besar tidak memerlukan intervensi bantuan makanan dari pemerintah.
"Yang tidak perlu nggak apa-apa ya kan, kalau anak-anak orang kaya nggak perlu (MBG), nggak apa-apa. Benar, nggak dipaksa. Tapi kita ingin anak-anak kita kuat, kita ingin anak-anak kita semangat, kita ingin anak-anak kita pintar, kita ingin anak-anak kita rajin belajar," tegas Prabowo dalam video yang disiarkan virtual.
Dalam dialog dengan warga setempat, Presiden Prabowo juga merespons keluhan masyarakat di wilayah tersebut yang mengaku belum mendapatkan akses program MBG. Beliau menegaskan bahwa pemerintah akan melakukan pendataan ulang untuk memastikan cakupan bantuan merata di seluruh wilayah Gorontalo tahun ini.
"Bagaimana di Gorontalo? MBG sudah ada di sekolah-sekolah? Ada yang belum? Ada yang belum? Ya, nanti yang belum dicatat ya segera. Kita segera pokoknya tahun ini semua sekolah yang merasa perlu akan kita akan berikan MBG semuanya," kata Prabowo.