Biaya Pendidikan Sekolah Naik 15 Persen Per Tahun

Biaya Pendidikan Sekolah Naik 15 Persen Per Tahun

Kenaikan biaya pendidikan yang terus terjadi setiap tahun kini menjadi tantangan besar bagi banyak keluarga di Indonesia. Orang tua dihadapkan pada kenyataan bahwa biaya sekolah yang semakin tinggi seringkali tidak sejalan dengan kemampuan finansial mereka.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), uang pangkal sekolah rata-rata mengalami kenaikan sebesar 10 hingga 15 persen setiap tahunnya. Padahal, angka inflasi biaya pendidikan secara umum tercatat berada di level 2,38 persen.

Kondisi ini memicu kekhawatiran karena dana pendidikan yang sudah disiapkan dalam jangka panjang sering kali tidak mencukupi saat tiba waktunya digunakan. Fenomena ini dilansir dari Money sebagai risiko bagi keluarga yang hanya mengandalkan tabungan konvensional.

Banyak orang tua terpaksa mengambil langkah berisiko seperti mencairkan tabungan lain atau menggunakan dana darurat untuk menutup kekurangan biaya sekolah. Tekanan finansial ini kian berat saat kebutuhan harian dan rencana pensiun juga harus terpenuhi secara bersamaan.

Chief Customer Marketing Officer Prudential Syariah, Vivin Arbianti Gautama, menjelaskan bahwa kenaikan biaya pendidikan yang melampaui inflasi menuntut strategi perencanaan yang lebih matang. Keluarga Indonesia memerlukan solusi yang disiplin dan terukur tanpa membebani arus kas bulanan.

"Di tengah kenaikan biaya pendidikan yang melampaui inflasi umum, kami melihat kebutuhan keluarga Indonesia tidak hanya sekadar menabung. Memiliki solusi perencanaan yang disiplin, terukur, dan tidak membebani cash flow bulanan menjadi sangat penting," ujar Vivin.

Vivin menambahkan bahwa komitmen pihaknya adalah menyediakan solusi perlindungan serta perencanaan dana pendidikan. Hal ini bertujuan agar orang tua bisa merencanakan masa depan buah hati dengan perasaan yang lebih tenang.

Langkah Mengelola Dana Pendidikan

Salah satu taktik awal yang disarankan adalah memisahkan pos dana pendidikan dari tabungan utama. Penyatuan dana dalam satu rekening sering kali menyebabkan alokasi untuk sekolah terpakai untuk keperluan mendesak lainnya.

Dengan adanya pos khusus, orang tua dapat lebih konsisten dalam menjaga target keuangan jangka panjang bagi anak. Perencanaan ini juga harus disesuaikan dengan kemampuan arus kas bulanan agar tidak mengganggu stabilitas keuangan rutin keluarga.

Perlindungan Risiko dalam Pendidikan

Aspek perlindungan terhadap risiko menjadi instrumen penting untuk memastikan rencana pendidikan tetap berjalan jika terjadi hal tidak diinginkan pada pencari nafkah. Dalam skema syariah, perlindungan ini didasarkan pada prinsip tolong-menolong melalui dana tabarru'.

Memulai perencanaan sedini mungkin memberikan ruang bagi akumulasi dana secara bertahap dengan beban kontribusi yang lebih ringan. Pendekatan ini dinilai efektif dalam mengurangi tekanan finansial di masa depan saat kebutuhan pendidikan semakin membesar.

"Prudential Syariah senantiasa menemani langkah Peserta dalam setiap fase hidupnya untuk mencapai keberkahan dalam hidup dan mewujudkan masa depan yang cemerlang. Dengan perencanaan yang tepat dan perlindungan yang menyeluruh, setiap impian untuk buah hati dan tujuan hidup Anda dapat diraih secara lebih maksimal," kata Vivin.

Artikel terkait

Rekomendasi