Tim Bimbingan Ibadah Daerah Kerja Bandara memberikan pendampingan khusus kepada jemaah haji Indonesia lanjut usia dan berisiko tinggi yang baru tiba di Arab Saudi pada Kamis, 14 Mei 2026, demi kelancaran ibadah umrah wajib.
Dilansir dari Cahaya, pengawalan ketat ini mengutamakan edukasi mengenai pembacaan niat isytirath atau niat bersyarat. Langkah tersebut diambil sebagai bentuk pelonggaran hukum bagi jemaah dengan kondisi fisik rentan apabila menghadapi kendala medis di tengah pelaksanaan ibadah.
Kepadatan kedatangan di bandara membuat petugas bimbingan ibadah harus bergerak cepat, termasuk mengejar jemaah yang melewati jalur Makkah Route atau fast track agar tidak kehilangan momentum pemanduan. Upaya jemput bola ini terpaksa dilakukan karena fasilitas jalur cepat tidak memungkinkan jemaah untuk singgah ke ruang paviliun bandara.
Jemaah haji Indonesia sendiri menerapkan sistem haji Tamattu, yaitu mendahulukan ibadah umrah sebelum melaksanakan inti ibadah haji. Penjelasan mengenai urgensi niat bersyarat bagi kelompok rentan kemudian dipaparkan secara mendetail oleh petugas di lapangan.
"Jemaah haji kita ada yang lansia dan ada juga yang memiliki penyakit bawaan yang berisiko. Karena itu mereka dibimbing untuk membaca niat isytirath," ujar Anis Diyah Puspita, Ustadzah Tim Bimbingan Ibadah Daerah Kerja Bandara.
Niat ihram yang disertai syarat ini menjadi pelindung bagi jemaah yang membawa penyakit bawaan sejak dari tanah air. Lafal niat tersebut diajarkan dalam bahasa Arab maupun bahasa Indonesia agar maknanya dapat diresapi dengan baik.
"Allahumma inni uridul ‘umrata fa in habasani habisun famahilli haitsu habastani." kata Anis membimbing pelafalan jemaah.
Kalimat tersebut memiliki arti bahwa jemaah berniat umrah, namun jika terdapat halangan yang menghambat, maka tempat tahalulnya adalah di lokasi rintangan itu terjadi. Konsekuensi fikih dari penerapan niat ini memberikan keringanan besar terkait pembebasan denda.
"Jika terjadi halangan karena sakit dan tidak bisa menyempurnakan umrahnya, maka jemaah terbebas dari dam. Insya Allah pahala umrahnya tetap seperti umrah yang sempurna," jelas Anis.
Fasilitas lewat pelafalan niat ini menjadi bagian dari realisasi program Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Arab Saudi. Komitmen pelayanan kedatangan difokuskan sepenuhnya untuk mewujudkan ekosistem haji yang ramah lansia serta ramah penyandang disabilitas.