BINUS @Bekasi Menghadirkan Beasiswa EMAS untuk Ringankan Biaya Kuliah

BINUS @Bekasi Menghadirkan Beasiswa EMAS untuk Ringankan Biaya Kuliah

Orang tua kini menghadapi tantangan yang semakin kompleks dalam menentukan pendidikan tinggi bagi anak mereka. Lonjakan biaya kuliah menuntut ketepatan dalam memastikan hasil yang sepadan dengan investasi masa depan.

Kekhawatiran mengenai ketidakpastian karier dan dinamika dunia kerja yang berubah cepat membuat pendidikan tidak lagi sekadar pengeluaran. Hal ini kini dipandang sebagai investasi jangka panjang yang bernilai nyata.

Menjawab kebutuhan tersebut, BINUS @Bekasi menawarkan solusi pembiayaan lewat program Beasiswa EMAS (Empowering Achievement of Student), seperti dilansir dari Lifestyle. Program ini dirancang untuk meringankan beban finansial tanpa menurunkan mutu pembelajaran.

Direktur Kampus BINUS @Bekasi, Prof. Gatot Soepriyanto menjelaskan bahwa Beasiswa EMAS tidak hanya memberikan dukungan finansial, tetapi juga mengandung nilai investasi simbolis.

"Beasiswa EMAS tidak hanya membantu biaya pendidikan, tetapi juga memberikan emas sebagai simbol investasi jangka panjang. Ini merupakan bentuk komitmen kami terhadap masa depan mahasiswa," ujarnya melalui keterangannya Jumat (24/4/2026).

Perguruan tinggi ini mengusung konsep Business, Service & Technology dengan mengintegrasikan sistem pembelajaran langsung ke kebutuhan industri. Langkah ini diwujudkan lewat program Enrichment yang memberi mahasiswa pengalaman kerja sebelum kelulusan.

Metode tersebut dinilai efektif memperkecil jarak antara sektor pendidikan dan dunia kerja. Manfaat nyata pun dapat langsung dirasakan oleh mahasiswa sejak mereka masih menempuh masa studi.

Salah satu orang tua mahasiswa mengaku sempat khawatir dengan biaya pendidikan yang relatif tinggi. Namun, keberadaan Beasiswa EMAS memberikan keyakinan lebih.

"Awalnya saya khawatir soal biaya. Tapi setelah mengetahui ada beasiswa ini, saya merasa lebih yakin. Ini bukan sekadar biaya, tapi investasi masa depan anak," ungkapnya.

Pandangan mengenai pergeseran paradigma pendidikan ini juga didukung oleh akademisi. Orang tua kini lebih fokus pada nilai dan manfaat jangka panjang yang bisa didapatkan dari biaya yang mereka keluarkan.

Dr. Istiani, M.Psi., Faculty Member BINUS University menjelaskan, paradigma pendidikan telah bergeser.

"Orang tua kini melihat pendidikan sebagai investasi. Ketika investasi tersebut memberikan nilai dan manfaat, kekhawatiran terhadap biaya akan berkurang," jelasnya.

Melalui perpaduan bantuan finansial, keterlibatan industri, dan kurikulum yang adaptif, BINUS @Bekasi berupaya memberikan kepastian nilai. Hasil nyata ini diharapkan terwujud baik dari sisi finansial maupun peluang karier masa depan.

Artikel terkait

Rekomendasi