Badan Kepegawaian Negara menegaskan bahwa informasi mengenai pembukaan pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil periode 2026 yang marak beredar di berbagai media sosial adalah tidak benar atau hoaks.
Masyarakat diminta untuk tidak mempercayai pengumuman rekrutmen Aparatur Sipil Negara yang disebarkan di luar kanal resmi instansi pemerintah karena berpotensi menjadi modus pencurian data pribadi.
Sejumlah unggahan palsu di Facebook dan TikTok mencatut nama Kementerian Kesehatan, Kementerian Perhubungan, Kementerian Agama, hingga Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan dengan menyertakan tautan formulir digital ilegal.
Kementerian Keuangan melalui akun Instagram resmi Biro Komunikasi dan Layanan Informasi secara tertulis membantah adanya pembukaan pendaftaran CPNS Bea Cukai yang diklaim dibuka untuk lulusan SLTA hingga S1.
"Berita yang beredar mengenai pembukaan pendaftaran CPNS Bea Cukai pada tanggal tersebut merupakan berita hoaks," tulis penjelasan resmi Kemenkeu.
Pihak kementerian juga mengimbau warga agar tetap waspada terhadap segala bentuk penawaran lowongan kerja palsu yang mengatasnamakan lingkungan Kementerian Keuangan.
Kepala Badan Kepegawaian Negara, Zudan Arif Fakrulloh, turut memberikan konfirmasi resmi mengenai status seleksi nasional yang belum berjalan tersebut.
"Belum ada pembukaan tes CPNS. Itu hoaks ya," tegas Zudan.
BKN mengingatkan masyarakat agar selalu melakukan verifikasi validitas informasi melalui portal resmi sscasn.bkn.go.id atau situs resmi kementerian terkait.
Peringatan senada disampaikan oleh pihak Kementerian Agama menyusul beredarnya tautan pendaftaran palsu yang meminta identitas KTP dan nomor Telegram aktif.
"Jangan sampai tertipu oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan nama Kemenag untuk kepentingan pribadi," kata Kepala Biro Sumber Daya Manusia Kemenag Wawan Djunaedi.
Meskipun informasi pendaftaran yang beredar saat ini dipastikan palsu, rencana rekrutmen resmi untuk formasi tertentu di masa depan memang telah dipersiapkan oleh pemerintah.
Menteri Keuangan Purbaya sebelumnya menyatakan terdapat rencana pembukaan seleksi untuk Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dengan kuota sekitar 380 formasi khusus bagi lulusan SMA atau sederajat.
"Di Kementerian Keuangan, dalam waktu dekat kita akan membuka rekrutmen di Bea Cukai untuk 380 lulusan SMA. Sudah tertunda beberapa bulan, jadi saya minta segera dieksekusi," ujar Menkeu.
Kementerian Komunikasi dan Digital melaporkan bahwa modus konten tiruan ini sengaja dibuat menyerupai informasi resmi dengan mengarahkan pelamar ke situs gratisan di luar domain pemerintah.