Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengidentifikasi sejumlah kendala yang dihadapi peserta seleksi calon pegawai Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) saat mengikuti ujian Computer Assisted Test (CAT) di Jakarta pada Jumat (8/5/2026). Dinamika durasi penyelesaian soal menjadi tantangan utama bagi ratusan ribu pelamar dalam seleksi tersebut.
Meskipun menggunakan sistem yang serupa dengan seleksi CPNS, para peserta Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden ini tidak mengerjakan soal SKD atau SKB. Mereka fokus menghadapi dua jenis tes utama, yakni Tes Potensi Kognitif yang mengukur kecepatan serta kemampuan berpikir, dan Tes Substansi Manajemen.
Kepala Biro Hukum dan Komunikasi Publik BKN, Wisudo Putro Nugroho, menegaskan bahwa proses penjaringan ini bertujuan untuk menemukan talenta yang cerdas secara kognitif sekaligus mampu bekerja secara efektif. Hal ini krusial bagi pengembangan organisasi koperasi di seluruh wilayah Indonesia.
"Sesuai dengan kebutuhan pengembangan Koperasi Desa dan Kampung Nelayan Merah Putih di seluruh Indonesia," ucap Wisudo melalui keterangan tertulis, Jumat (8/5/2026).
Guna memastikan kelancaran teknis, BKN telah menyiapkan infrastruktur teknologi untuk mengakomodasi akses masif secara bersamaan. Penyelenggara juga mengimbau peserta untuk tetap tenang dan tidak melakukan klik jawaban secara berulang guna menghindari beban sistem yang tidak perlu.
Data BKN menunjukkan antusiasme tinggi dengan total 487.819 pelamar pada tahap pendaftaran awal. Hingga hari keempat pelaksanaan tes, sebanyak 140.211 orang telah mengikuti ujian CAT dari total 483.648 pelamar yang dinyatakan lolos ke tahap seleksi SDM Koperasi Desa dan Kampung Nelayan Merah Putih.
Pemerintah memberikan beberapa strategi optimasi ujian, seperti memprioritaskan soal mudah dan memberikan jeda waktu agar sistem dapat memproses data dengan baik. Seluruh rangkaian ujian bagi calon pegawai ini dijadwalkan berlangsung selama periode 3-12 Mei 2026.