BMKG Catat 18 Gempa Signifikan Guncang Indonesia dalam Sepekan

BMKG Catat 18 Gempa Signifikan Guncang Indonesia dalam Sepekan

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan terjadinya 18 aktivitas gempa signifikan yang dirasakan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia dalam sepekan terakhir. Rentetan aktivitas seismik tektonik ini mencakup wilayah Maluku, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi, hingga selatan Jawa hingga Kamis, 21 Mei 2026 pagi.

Salah satu aktivitas terbaru adalah guncangan bermagnitudo 5,0 yang melanda wilayah Tanimbar, Maluku pada pukul 06.12 WIB dengan kedalaman 137 kilometer pada titik koordinat 6,06 LS dan 130,47 BT.

"Pusat gempa berada di 231 BaratLaut km TANIMBAR dan tidak berpotensi tsunami." tulis BMKG melalui website resminya, Kamis, 21 Mei 2026.

Sebelumnya, rangkaian gempa bumi tektonik juga melanda Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat dengan magnitudo 4,6 di kedalaman 13 kilometer pada pukul 04.04 WIB, yang disusul aktivitas seismik bermagnitudo 2,4 di Samudra Hindia pada pukul 04.12.44 WIB. Guncangan juga terdeteksi di Sulawesi pada pukul 04.10.55 WIB, namun laporan lapangan menunjukkan situasi tetap kondusif tanpa korban luka.

"Dalam beberapa menit pertama setelah gempa bumi, parameter gempa bumi dapat berubah dan boleh jadi belum akurat, kecuali telah direvisi atau dianalisis ulang oleh ahli seismologi." tulis BMKG mengenai sifat data awal dari serangkaian bencana tektonik tersebut.

Pihak BMKG juga menambahkan bahwa proses pengolahan data untuk gempa di wilayah Jawa Barat teranyar saat ini masih mengutamakan kecepatan penyampaian informasi.

"Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data," tulis BMKG.

Selain itu, gempa bermagnitudo 5,2 yang dimutakhirkan menjadi M4,9 juga mengguncang Kota Bima, Nusa Tenggara Barat pada Rabu, 20 Mei 2026 pukul 17.28 WIB. Episenter terletak di laut 12 kilometer arah Timur Wera, Bima pada kedalaman 12 kilometer dengan tingkat guncangan mencapai skala intensitas III MMI di Kota Bima, Kabupaten Bima, dan Kabupaten Dompu.

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault)," kata Wijayanto, Direktur gempa dan tsunami BMKG.

Wijayanto menjelaskan bahwa gempabumi dangkal tersebut terjadi akibat adanya aktivitas sesar naik belakang busur Flores.

"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa tidak berpotensi tsunami," katanya.

Hingga pukul 17.50 WIB pada hari Rabu tersebut, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya satu aktivitas gempabumi susulan.

"Pusat gempa berada di laut 65 km timur laut Kota Bima dan gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat." tulis BMKG dalam laporan lainnya.

Rangkaian aktivitas gempa juga sempat melanda Sukabumi dengan magnitudo 2,6 pada Selasa, 19 Mei 2026. Dampak gempa Sukabumi bermagnitudo 4,5 pada beberapa hari sebelumnya bahkan dirasakan kuat sampai Kabupaten Cianjur sehingga memicu kepanikan warga di fasilitas pelayanan umum.

"Gempa yang terjadi Minggu malam sempat membuat panik warga di sejumlah wilayah, namun warga kembali ke rumah setelah beberapa puluh menit bertahan di luar rumah guna memastikan tidak ada gempa susulan," kata Asep Sudrajat, Sekretaris BPBD Cianjur.

BPBD Cianjur menyiagakan ratusan relawan untuk melakukan pengawasan serta memetakan potensi kerawanan bencana alam lainnya, termasuk mengantisipasi pergantian musim.

"Kami menyiagakan petugas dan 360 relawan guna melakukan pengawasan, pelaporan serta melakukan mitigasi kerawanan bencana di wilayah masing-masing termasuk menjelang pergantian musim dari hujan ke panas," kata Asep Sudrajat.

Pemerintah Kabupaten Cianjur mengonfirmasi bahwa penanganan cepat disiapkan melalui penyaluran air bersih untuk area yang rawan kekeringan.

"Kami berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penangan cepat dengan truk tangki guna memenuhi kebutuhan air bersih warga di sejumlah kecamatan yang menjadi langganan kekeringan saat kemarau," kata Asep Sudrajat.

Artikel terkait

Rekomendasi