BMKG Catat Rangkaian Gempa Beruntun Guncang Wilayah Indonesia

BMKG Catat Rangkaian Gempa Beruntun Guncang Wilayah Indonesia

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan rangkaian gempa bumi tektonik mengguncang wilayah Sulawesi, Nusa Tenggara Barat, hingga selatan Jawa termasuk Pangandaran, Sukabumi, dan Cianjur sampai Kamis, 21 Mei 2026 pagi.

Guncangan bermagnitudo 4,6 melanda Kabupaten Pangandaran pada Kamis pagi pukul 04.04 WIB dengan pusat gempa dangkal di kedalaman 13 kilometer, disusul aktivitas seismik bermagnitudo 2,4 di Samudra Hindia selatan Jawa pada pukul 04.12.44 WIB.

Sementara itu, wilayah Sulawesi diguncang gempa pada pukul 04.10.55 WIB, di mana tim ahli seismologi masih menganalisis koordinat episenter serta kedalaman pasti patahan, namun laporan lapangan menunjukkan situasi kedua wilayah tetap kondusif tanpa korban luka.

Pihak BMKG memberikan penjelasan resmi mengenai sifat data awal dari serangkaian bencana tektonik yang dirilis melalui aplikasi digital tersebut.

"Dalam beberapa menit pertama setelah gempa bumi, parameter gempa bumi dapat berubah dan boleh jadi belum akurat, kecuali telah direvisi atau dianalisis ulang oleh ahli seismologi." tulis BMKG.

Lembaga tersebut menambahkan bahwa proses pengolahan data untuk gempa di wilayah Jawa Barat teranyar saat ini masih mengutamakan kecepatan penyampaian informasi.

"Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data," tulis BMKG.

Sebelum rangkaian gempa Kamis pagi, gempa bermagnitudo 5,2 akibat aktivitas sesar naik belakang busur Flores mengguncang Bima pada Rabu, 20 Mei 2026 pukul 17.28 WIB, serta gempa magnitudo 2,6 di Sukabumi pada Selasa, 19 Mei 2026.

Pihak BMKG memastikan getaran di laut Bima dirasakan nyata oleh warga namun tidak berpotensi tsunami.

"Pusat gempa berada di laut 65 km timur laut Kota Bima dan gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat." tulis BMKG.

Dampak guncangan di Sukabumi bermagnitudo 4,5 pada beberapa hari sebelumnya dirasakan kuat sampai Kabupaten Cianjur sehingga memicu kepanikan warga di fasilitas pelayanan umum.

Sekretaris BPBD Cianjur Asep Sudrajat memaparkan situasi penanganan dampak serta kesiapsiagaan ratusan relawan di lapangan.

"Gempa yang terjadi Minggu malam sempat membuat panik warga di sejumlah wilayah, namun warga kembali ke rumah setelah beberapa puluh menit bertahan di luar rumah guna memastikan tidak ada gempa susulan," kata Asep Sudrajat, Sekretaris BPBD Cianjur.

Asep Sudrajat menjelaskan bahwa selain memonitor dampak gempa, personel BPBD juga mengantisipasi potensi cuaca ekstrem serta memetakan daerah rawan kekeringan menghadapi pergantian musim.

"Kami menyiagakan petugas dan 360 relawan guna melakukan pengawasan, pelaporan serta melakukan mitigasi kerawanan bencana di wilayah masing-masing termasuk menjelang pergantian musim dari hujan ke panas," kata Asep Sudrajat.

Langkah penanganan cepat disiapkan melalui kerja sama dengan dinas terkait untuk mendistribusikan air bersih ke area terdampak kemarau.

"Kami berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penangan cepat dengan truk tangki guna memenuhi kebutuhan air bersih warga di sejumlah kecamatan yang menjadi langganan kekeringan saat kemarau," kata Asep Sudrajat.

Pemerintah Kabupaten Cianjur saat ini mulai merealisasikan pembangunan fasilitas pipanisasi serta menyiagakan armada truk tangki air bersih dari wilayah utara hingga selatan.

Artikel terkait

Rekomendasi