Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan rangkaian aktivitas gempa bumi tektonik dangkal sebanyak 13 kali mengguncang wilayah Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Selatan sejak Jumat (15/5/2026) hingga Sabtu (16/5/2026).
Guncangan di tiga provinsi Pulau Sulawesi tersebut tercatat memiliki kedalaman pusat gempa yang berkisar antara 2 hingga 16 kilometer. Dilansir dari laporan BMKG melalui sulbar.tribunnews.com, kekuatan getaran paling besar bermagnitudo 3,5 melanda Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, pada Jumat (15/5/2026) pukul 11.20 WIB dengan kedalaman 4 kilometer di 31 kilometer timur laut Tolitoli.
Aktivitas sesar aktif di Sulawesi Tengah memicu rentetan gempa lain, termasuk tiga hantaman berurutan di wilayah Poso dan Parigi Moutong sebagaimana dilansir dari buol.pikiran-rakyat.com. Gempa di Poso berkekuatan magnitudo 1,9 terjadi pukul 07.03 WIB pada kedalaman 5 kilometer, lalu disusul dua gempa bermagnitudo 2,2 di Parigi Moutong yang terjadi pukul 09.23 WIB dan pukul 09.27 WIB.
Pergerakan lempeng di Sulawesi Tengah kemudian meluas ke Tojo Una-Una dengan getaran bermagnitudo 1,5 pada pukul 11.10 WIB, serta dua gempa susulan berkekuatan magnitudo 2,2 dan 2,3 pada sore hari. Berdasarkan catatan institusi meteorologi tersebut, wilayah Kabupaten Sigi juga turut mengalami aktivitas kegempaan minor.
Gempa terbaru di Sulawesi Tengah berkekuatan magnitudo 2,4 dilaporkan gorontalo.tribunnews.com mengguncang wilayah barat laut Donggala pada Sabtu (16/5/2026) pukul 12.09 WIB. Pusat gempa Donggala tersebut berada di koordinat 0,35 Lintang Utara dan 119,69 Bujur Timur dengan kedalaman 12 kilometer, atau sekitar 87 kilometer barat laut Donggala.
Kawasan Sulawesi Tengah sendiri dipengaruhi oleh aktivitas sesar aktif seperti Sesar Palu-Koro dan berada di pertemuan beberapa lempeng tektonik aktif sehingga menjadi daerah rawan gempa. Gempa magnitudo 2,4 tergolong kecil dan umumnya tidak menyebabkan kerusakan signifikan, namun kedalaman gempa yang hanya 12 kilometer membuat getaran dapat terasa lebih kuat di wilayah yang dekat dengan pusat gempa.
Sementara itu, aktivitas seismik di Sulawesi Selatan berpusat di Luwu Timur dan Luwu Utara, dengan getaran terbesar mencapai magnitudo 2,9 di 12 kilometer timur laut Luwu Timur pada Jumat pukul 23.15 WIB. Untuk wilayah Sulawesi Barat, gempa berkekuatan magnitudo 2,0 melanda kawasan 44 kilometer utara Mamuju Tengah pada kedalaman sangat dangkal yaitu 2 kilometer, lalu disusul gempa bermagnitudo 2,0 pada kedalaman 4 kilometer di 16 kilometer arah timur Kabupaten Mamasa pada Sabtu (16/5/2026) dini hari.
Otoritas terkait menegaskan bahwa pengolahan data gempa ini mengutamakan kecepatan untuk penyebaran informasi awal sehingga hasil akhir masih bisa berubah seiring masuknya data tambahan. Hingga saat ini, stasiun geofisika setempat belum menerima laporan mengenai adanya korban jiwa maupun kerusakan bangunan akibat rangkaian gempa bermagnitudo kecil tersebut.
Masyarakat diimbau tetap tenang, tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi, serta terus memantau informasi resmi melalui kanal resmi BMKG agar terhindar dari hoaks terkait gempa bumi. Saat terjadi gempa, warga disarankan melindungi kepala, berlindung di bawah meja yang kokoh, menjauhi kaca, serta menghindari bangunan tua, tiang listrik, maupun pohon besar jika berada di luar ruangan.