BMKG Pantau Bibit Siklon 92W di Samudra Pasifik

BMKG Pantau Bibit Siklon 92W di Samudra Pasifik

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengidentifikasi kemunculan Bibit Siklon 92W di Samudra Pasifik utara Papua yang berpotensi memicu hujan lebat di sebagian besar wilayah Indonesia pada Selasa, 5 Mei 2026.

Sistem cuaca ini terpantau memiliki kecepatan angin maksimum mencapai 15 knot dengan tekanan udara minimum sebesar 1008 hPa. Berdasarkan analisis BMKG, bibit siklon tersebut diprediksi akan terus bergerak ke arah barat dalam durasi 36 jam ke depan.

Keberadaan fenomena ini berdampak pada terbentuknya zona konvergensi serta konfluensi yang memanjang di perairan utara Papua. Selain itu, sirkulasi siklonik juga terdeteksi berada di perairan barat laut Aceh, Selat Makassar, dan Laut Banda yang memperluas wilayah pertemuan angin.

Kondisi atmosfer tersebut meningkatkan pertumbuhan awan hujan di sepanjang Selat Malaka, Jambi, Bengkulu, hingga wilayah Papua Pegunungan. Daerah konfluensi atau pertemuan angin juga terpantau di Samudra Hindia barat Sumatera dan Laut Seram.

Sejumlah daerah seperti Sumatera Utara, Banten, Jawa Tengah, hingga Papua kini berada dalam status kewaspadaan tinggi. BMKG memperingatkan adanya ancaman hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat yang menyasar wilayah-wilayah tersebut.

Untuk kota-kota besar di wilayah barat, hujan petir diprediksi terjadi di Tanjung Pinang, Banjarmasin, dan Palembang. Sementara itu, wilayah timur seperti Palu dan Kendari juga berpotensi mengalami cuaca serupa, sedangkan Surabaya diprakirakan mengalami kondisi berawan tebal.

Artikel terkait

Rekomendasi