Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini potensi cuaca ekstrem akibat kemunculan titik sirkulasi siklonik dan daerah konvergensi yang memicu pertumbuhan awan hujan lebat di sejumlah wilayah Indonesia pada Jumat, 22 Mei 2026.
Kombinasi dinamika atmosfer ini secara signifikan meningkatkan potensi curah hujan tinggi yang dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, genangan, dan tanah longsor. BMKG menetapkan status Siaga pada 22 Mei 2026 untuk wilayah Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, dan Maluku Utara.
Sebelumnya, pada 21 Mei 2026, status Siaga juga diberlakukan di Sumatera Utara, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, sementara puluhan provinsi lain di Indonesia masuk dalam kategori Waspada.
Prakirawan BMKG Alya Sausan menjelaskan bahwa sirkulasi siklonik saat ini terpantau berada di Samudera Hindia barat Bengkulu, Selat Makassar, Laut Maluku, dan Samudera Pasifik utara Papua.
"Kondisi tersebut secara signifikan meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah situasi siklonik serta di sepanjang daerah konvergensi maupun konfluensi," kata Alya Sausan, Prakirawan BMKG.
Berdasarkan analisis tersebut, wilayah Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan Barat, dan Maluku diimbau meningkatkan kesiapsiagaan karena berpotensi diguyur hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat. Hujan disertai petir diprakirakan melanda kota-kota besar seperti Pangkal Pinang, Palembang, Pontianak, Banjarmasin, Manado, Kendari, dan Sorong.
Adapun kota besar lainnya seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Bandar Lampung, Tanjung Selor, Samarinda, dan Palangka Raya berpotensi mengalami hujan ringan pada Jumat ini. BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memperbarui informasi cuaca secara berkala guna mengantisipasi dampak bencana.