Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat hingga hujan petir yang diprakirakan melanda mayoritas wilayah Indonesia pada Sabtu (16/5/2026) dan Minggu (17/5/2026).
Dinamika atmosfer memicu pertumbuhan awan hujan secara signifikan di berbagai daerah. Kondisi ini dipengaruhi oleh kemunculan daerah tekanan rendah di Laut Filipina serta terbentuknya sirkulasi siklonik di beberapa perairan Indonesia.
"Daerah tekanan rendah terpantau berada di Laut Filipina sebelah utara Papua Barat Daya. Sistem tersebut membentuk daerah konvergensi dan konfluensi di Laut Filipina hingga wilayah utara Maluku Utara," ujar Prakirawan BMKG Afif dalam infoBMKG, Sabtu, 16 Mei 2026.
Akibat fenomena tersebut, BMKG menetapkan status waspada terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat untuk sembilan provinsi pada hari Sabtu, yang meliputi Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Maluku, dan Papua.
"Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar daerah tekanan rendah, sirkulasi siklonik, dan di sepanjang daerah konvergensi atau konfluensi," kata Afif.
Selain itu, untuk wilayah kota-kota besar pada hari Sabtu, hujan petir diprediksi terjadi di Palembang, Banjarmasin, Samarinda, Manado, dan Jayawijaya. Sementara itu, wilayah Jambi dan Bengkulu berpotensi mengalami udara kabur, sedangkan Banda Aceh diprakirakan berawan tebal.
"Untuk bagian barat Indonesia diwaspadai terdapat potensi hujan petir di Palembang, Banjarmasin, dan Samarinda," kata Prakirawan BMKG Afif dalam siaran prakiraan cuaca di Jakarta, Sabtu.
Adapun wilayah Medan, Palangkaraya, Tanjung Selor, Mamuju, Gorontalo, dan Ternate diprakirakan mengalami hujan intensitas sedang. Selebihnya, hujan ringan diproyeksikan mendominasi sebagian besar wilayah barat lainnya, seluruh Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, hingga beberapa titik di kawasan timur Indonesia.
"Kemudian berpotensi hujan ringan di Padang, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Pangkalpinang, Bandar Lampung, seluruh Pulau Jawa dan Pontianak," ujarnya menambahkan.
Pihak BMKG juga memantau pergerakan sirkulasi siklonik di kawasan tengah Indonesia untuk pemantauan wilayah timur.
"Kemudian berpotensi hujan sedang di Mamuju, Gorontalo, dan Ternate," tuturnya menguraikan kondisi cuaca untuk kawasan timur.
Memasuki hari Minggu (17/5/2026), BMKG memproyeksikan pergeseran titik cuaca ekstrem dengan tujuh kota besar yang diprediksi akan diguyur hujan petir, yaitu Jambi, Tanjung Selor, Banjarmasin, Gorontalo, Manado, Ternate, dan Manokwari.
"Sistem tersebut membentuk daerah konvergensi dan konfluensi yang memajang di pesisir barat Aceh hingga pesisir barat Sumatera Utara, dan pesisir selatan Kalimantan Tengah hingga Kalimantan Selatan, serta di sekitar sirkulasi siklonik tersebut," jelasnya Prakirawan BMKG Diah Ayu, Sabtu (16/5/2026).
Menurut Diah, kombinasi dinamika atmosfer ini berimplikasi pada potensi cuaca yang cukup signifikan di wilayah nusantara. Pada hari Minggu, provinsi yang berpotensi dilanda hujan lebat hingga sangat lebat bergeser ke wilayah Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Sulawesi Utara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, dan Papua.