Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan mayoritas kota besar di Indonesia berpotensi diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga lebat pada Minggu, 17 Mei 2026. Kondisi ini dipicu oleh melemahnya pengaruh Monsun Australia serta peningkatan aktivitas fenomena atmosfer yang menyuplai uap air dan mendukung pertumbuhan awan hujan secara merata di berbagai wilayah.
Pihak BMKG menjelaskan bahwa melemahnya Monsun Australia terjadi seiring meningkatnya aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) yang berada pada fase 3 di Samudra Hindia. Fenomena ini membuka peluang masuknya massa udara lembap dari perairan barat Sumatra, sehingga kandungan uap air di sebagian wilayah Indonesia bagian selatan kembali meningkat untuk periode sepekan ke depan.
Selain aktivitas MJO yang melintasi Sumatra, Jawa, Sulawesi bagian selatan, dan Papua, dinamika atmosfer juga dipengaruhi oleh gelombang tropis. Gelombang Kelvin diprediksi aktif di sebagian Kalimantan, Sulawesi, dan Papua, sementara Gelombang Rossby Ekuatorial aktif di Sumatra bagian selatan, Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara. Sirkulasi siklonik yang memicu daerah konvergensi dan konfluensi juga terpantau terbentuk di sekitar Selat Karimata, Selat Makassar bagian selatan, dan Laut Sulawesi.
"Untuk Pulau Jawa, hujan ringan hingga sedang diprakirakan merata di kota-kota besar seperti di Serang, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya" kata Diah Ayu, Prakirawan BMKG dalam siaran daring yang dikutip dari jatim.antaranews.com dan rri.co.id.
Diah Ayu menjabarkan wilayah lain seperti Sumatra, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, dan Indonesia bagian timur yang umumnya didominasi hujan ringan hingga sedang, serta beberapa daerah yang patut mewaspadai hujan lebat disertai kilat. Ia juga meminta masyarakat untuk tetap mengantisipasi perubahan cuaca mendadak yang berpotensi terjadi di berbagai wilayah.
"Untuk bagian barat Indonesia diwaspadai terdapat potensi hujan petir di Palembang, Banjarmasin, dan Samarinda," kata Prakirawan BMKG Afif dalam siaran prakiraan cuaca yang dilaporkan jambiekspres.disway.id.
Afif memaparkan variasi curah hujan lainnya, termasuk potensi intensitas sedang di Medan, Palangkaraya, dan Tanjung Selor, serta kondisi berawan tebal di Banda Aceh. Pengamatan BMKG untuk wilayah timur Indonesia juga menunjukkan potensi hujan sedang di Mamuju, Gorontalo, dan Ternate, serta potensi hujan disertai petir di Manado dan Jayawijaya.