BMKG Prediksi Hujan dan Perluasan Awan Cumulonimbus di Indonesia

BMKG Prediksi Hujan dan Perluasan Awan Cumulonimbus di Indonesia

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan mayoritas kota besar di Indonesia akan diguyur hujan ringan dan memperingatkan adanya perluasan wilayah risiko tinggi awan Cumulonimbus pada Rabu, 6 Mei 2026.

Prakiraan cuaca harian menunjukkan kondisi hujan ringan akan mendominasi wilayah Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua, sementara wilayah Pulau Jawa cenderung diselimuti awan tebal hingga hujan intensitas ringan. Selain kondisi harian, BMKG merilis pembaruan peta potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb) yang berlaku selama periode 6 hingga 12 Mei 2026.

Prakirawan BMKG Sufia Nur Ahadiah merinci bahwa wilayah Sumatra seperti Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Padang, Bengkulu, dan Pangkal Pinang berpotensi mengalami hujan ringan.

"Waspadai hujan petir yang dapat terjadi di Tanjung Pinang, Jambi, Palembang, dan Bandar Lampung," katanya dalam kanal Youtube BMKG.

Sufia menambahkan bahwa di wilayah Kalimantan, potensi hujan sedang diprediksi terjadi di Tanjung Selor, sedangkan kota lain seperti Pontianak dan Samarinda mengalami hujan ringan. Untuk wilayah Sulawesi, intensitas hujan sedang diperkirakan melanda Mamuju dan Kendari.

Lembaga meteorologi tersebut juga menyoroti peningkatan kategori Frequent (FRQ) untuk pertumbuhan awan Cumulonimbus dengan cakupan spasial di atas 75 persen. Awan jenis ini sangat diwaspadai dalam navigasi penerbangan dan pelayaran karena memicu turbulensi hebat serta badai petir.

Berdasarkan data model cuaca numerik BMKG, wilayah risiko tinggi awan Cb mencakup daratan Maluku, Papua Selatan, dan Sulawesi Tenggara. Kawasan perairan yang terdampak meliputi Laut Arafuru, Laut Banda, Laut Jawa bagian timur, serta Selat Makassar bagian selatan.

Prakiraan Sebaran Awan Cumulonimbus (Cb) Periode: 6 Mei - 12 Mei 2026
KategoriWilayah Terdampak
FRQ / FREQUENT Cakupan Area >75%Laut Arafuru (Barat & Tengah), Laut Banda, Laut Jawa Bagian Timur, Maluku, Papua Selatan, Sulawesi Tenggara, Selat Makassar Bagian Selatan, Samudra Hindia (Barat Aceh, Barat Mentawai, Barat Nias, Selatan Banten).
OCNL / OCCASIONAL Cakupan Area 50% - 75%Sumatera & Jawa: Aceh, Banten, Bengkulu, Jambi, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kep. Bangka Belitung, Kep. Riau, Lampung, Riau, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Sumatera Utara. Kalimantan & Sulawesi: Seluruh wilayah Kalimantan (Barat, Selatan, Tengah, Timur, Utara), Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Teluk Bone. Indonesia Timur: Maluku Utara, Papua, Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Pegunungan, Papua Tengah, NTT. Perairan & Samudra: Laut Natuna Utara, Selat Karimata, Selat Malaka, Laut Flores, Samudra Pasifik Utara Papua, Samudra Hindia (Selatan Jawa Tengah hingga NTT).

Masyarakat di Sumatra Utara, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, dan Maluku diminta bersiaga terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat. BMKG mengimbau para pilot dan nakhoda untuk terus berkoordinasi dengan otoritas terkait guna memitigasi risiko cuaca buruk di jalur transportasi.

Artikel terkait

Rekomendasi