BMKG Tetapkan Status Siaga Hujan Lebat di Lima Provinsi

BMKG Tetapkan Status Siaga Hujan Lebat di Lima Provinsi

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menetapkan status siaga terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang mengancam lima provinsi di Indonesia pada Jumat (8/5/2026). Peringatan dini ini diterbitkan menyusul adanya pergerakan Siklon Tropis Hagupit di Samudra Pasifik utara Papua Nugini yang memengaruhi kondisi atmosfer secara signifikan.

Wilayah yang masuk dalam kategori siaga meliputi Jawa Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, dan Maluku. Berdasarkan data teknis BMKG, Siklon Tropis Hagupit tercatat bergerak ke arah barat dengan kecepatan angin maksimum mencapai 35 knot dan tekanan udara minimum sebesar 1002 hektopaskal.

Pihak BMKG memberikan penegasan mengenai perkembangan kekuatan siklon tersebut dalam beberapa hari ke depan melalui prakirawan Sastia Frista.

"Dalam 48 jam ke depan, aktivitas Siklon Tropis Hagupit diprakirakan akan meningkat," ujar prakirawan BMKG Sastia Frista.

Selain pergerakan siklon utama, instansi tersebut memantau keberadaan sirkulasi siklonik di perairan utara Kalimantan. Fenomena ini memicu terbentuknya daerah konvergensi dan konfluensi yang memanjang mulai dari Kepulauan Riau hingga Papua Barat, sehingga mempercepat pertumbuhan awan hujan secara masif.

Daftar Kota Berdasarkan Potensi Curah Hujan
Kategori CuacaWilayah/Kota
Hujan PetirPadang, Tanjung Pinang, Palembang, Pontianak, Banjarmasin
Hujan LebatMamuju
Hujan SedangBandung, Ambon, Nabire
Hujan RinganBanda Aceh, Medan, Pekanbaru, Bengkulu, Pangkalpinang, Bandar Lampung, Palangkaraya, Samarinda, Tanjung Selor, Palu, Gorontalo, Manado, Ternate, Makassar, Kendari, Sorong, Manokwari, Jayapura, Jayawijaya, Merauke
Berawan Tebal/Cerah BerawanJambi, Jakarta, Serang, Semarang, Surabaya, Yogyakarta, Kupang, Denpasar, Mataram

Masyarakat diimbau untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca terkini melalui kanal komunikasi resmi milik BMKG. Pemutakhiran data secara berkala dapat diakses melalui laman bmkg.go.id maupun media sosial resmi lembaga tersebut guna mengantisipasi dampak bencana hidrometeorologi.

Artikel terkait

Rekomendasi