Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menetapkan status Siaga cuaca ekstrem untuk wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Selatan pada Sabtu, 23 Mei 2026. Wilayah tersebut berpotensi diguyur hujan lebat hingga sangat lebat yang berisiko memicu bencana hidrometeorologi signifikan.
Dilansir dari kompas.tv, penetapan status Siaga ini didasarkan pada potensi dampak besar yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat serta merusak infrastruktur publik. Ancaman bencana yang mengintai meliputi banjir, banjir bandang, hingga tanah longsor di kawasan rawan.
Selain dua wilayah berstatus Siaga, BMKG juga merilis daftar daerah yang masuk kategori Waspada hujan sedang hingga lebat pada hari yang sama. Wilayah tersebut meliputi Kota Tangerang Selatan, Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Jakarta Utara, Jakarta Barat, Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, Kota Bogor, dan Kota Depok.
Dampak pada level Waspada ini diprediksi dapat menimbulkan genangan air, luapan sungai, dan longsor dalam skala yang lebih ringan. Sementara itu, untuk periode Jumat, 22 Mei 2026, status Waspada juga berlaku di wilayah Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, Kabupaten Bogor, Kota Bogor, dan Kota Depok.
Meskipun curah hujan meningkat, BMKG menyatakan bahwa tidak ada wilayah di Jabodetabek yang masuk dalam kategori Awas atau berpotensi hujan ekstrem pada periode tersebut. Peringatan dini terkait potensi angin kencang juga dilaporkan nihil oleh lembaga pemantau cuaca tersebut.
Melalui laporan kompas.tv, BMKG mengimbau seluruh masyarakat di kawasan Jabodetabek untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang dinamis. Antisipasi ekstra diperlukan terutama bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan maupun mereka yang tinggal di zona rawan banjir dan longsor.