Sekretaris Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI Makhruzi Rahman dan Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Aan Suhanan meninjau kesiapan operasional Terminal Barang Internasional (TBI) di PLBN Motaain, Kabupaten Belu, Selasa (12/5/2026). Peninjauan bertujuan memastikan integrasi alur pelayanan ekspor-impor antara Indonesia dan Timor Leste.
Langkah ini dilakukan guna menjamin kelancaran arus barang lintas negara melalui pemeriksaan sarana prasarana pendukung secara menyeluruh. Pihak otoritas berupaya mengoptimalkan fasilitas utama seperti gudang barang, jembatan timbang, hingga pengaturan arus kendaraan di kawasan perbatasan tersebut, sebagaimana dilansir dari Nasional.
"Ada beberapa jalur yang kami sepakati bersama agar kegiatan ekspor dan impor tidak terganggu. Mudah-mudahan ke depan pelaksanaan ekspor impor di Motaain dapat berjalan lancar," ujar Makhruzi Rahman, Sekretaris BNPP RI.
Makhruzi menjelaskan bahwa terdapat beberapa fasilitas pendukung yang masih memerlukan penyempurnaan demi menunjang operasional yang lebih maksimal. Hal ini mencakup penambahan perangkat teknologi untuk pengawasan dan sistem penimbangan kendaraan yang lebih akurat di lokasi TBI.
"Ada beberapa hal yang mungkin harus ditambah, seperti indikator jembatan timbang, CCTV, serta kemungkinan penggantian timbangan portabel menjadi timbangan statis," katanya Makhruzi Rahman, Sekretaris BNPP RI.
Meskipun sarana utama sudah tersedia, evaluasi menyeluruh terhadap efektivitas sistem baru akan dilaksanakan setelah terminal mulai beroperasi secara penuh. Ke depannya, tata kelola operasional TBI akan berada di bawah wewenang Kementerian Perhubungan, sementara jadwal peresmian masih dalam tahap pembahasan.
"Kami akan melakukan estafet pengoperasian sambil berjalan dan menunggu peresmian oleh Bapak Menteri atau Bapak Presiden," tutur Makhruzi Rahman, Sekretaris BNPP RI.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Aan Suhanan memberikan penegasan bahwa secara umum kondisi fasilitas di PLBN Motaain telah memenuhi standar operasional. Pembangunan ini merupakan bagian dari amanat regulasi mengenai penguatan infrastruktur di wilayah perbatasan Indonesia.
"Sesuai Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2015, terdapat tujuh PLBN yang dilengkapi TBI, dan Motaain merupakan salah satunya. Dari sisi fasilitas, baik penimbangan maupun pergudangan untuk ekspor dan impor, seluruhnya sudah siap untuk operasional," ungkap Aan Suhanan, Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub.
Aan menambahkan bahwa keberhasilan pengelolaan arus barang keluar dan masuk sangat bergantung pada sinergi antarlembaga di lapangan. Pengawasan lintas instansi menjadi kunci agar fungsi ekonomi dari terminal ini dapat berjalan sesuai dengan target pemerintah.
"Koordinasi ini penting agar arus barang keluar dan masuk dapat terkontrol dengan baik," tegas Aan Suhanan, Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub.
Agenda peninjauan ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat teras BNPP RI dan Kepala PLBN Motaain Maria Fatima Rika sebagai bentuk komitmen penguatan tata kelola perbatasan. Pemanfaatan infrastruktur TBI ini diharapkan mampu menggerakkan pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan taraf hidup masyarakat di wilayah perbatasan Belu.