BNPP Verifikasi Kelayakan Bantuan Rumah Tidak Layak Huni di Perbatasan

BNPP Verifikasi Kelayakan Bantuan Rumah Tidak Layak Huni di Perbatasan

Sekretaris Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI Komjen Pol Makhruzi Rahman meninjau langsung hunian warga calon penerima bantuan peningkatan kualitas 15.000 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di perbatasan Indonesia-Timor Leste pada Selasa (12/5/2026). Langkah ini bertujuan memastikan ketepatan sasaran program bantuan pemerintah.

Kunjungan verifikasi faktual tersebut menyasar kediaman Yulian Hani di Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur. Dilansir dari Nasional, rumah tersebut dihuni oleh Yulian bersama suami dan satu anaknya dalam kondisi tanpa dinding permanen, pintu, maupun jendela.

Keluarga tersebut diketahui tidur hanya beralaskan kayu sederhana dan tikar, sementara bagian atap hanya menggunakan dahan pohon sebagai pelindung. Berdasarkan data BNPP, pengecekan ini merupakan bagian dari pengawalan program yang diluncurkan sejak April 2026 melalui skema Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).

Makhruzi menegaskan bahwa peninjauan lapangan merupakan bentuk komitmen lembaga dalam mengawal program perbaikan hunian di wilayah 3T. Hal ini dilakukan agar proses renovasi dapat segera dilaksanakan bagi warga yang benar-benar membutuhkan infrastruktur dasar.

“Kami ingin memastikan sendiri kondisi rumah warga yang diusulkan. Dari hasil peninjauan, rumah ini memang memenuhi kriteria dan layak untuk dilakukan perbaikan secara menyeluruh,” ujar Makhruzi, Sekretaris BNPP RI.

Peninjauan langsung ini dianggap penting untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di garda terdepan negara. Infrastruktur yang memadai diharapkan dapat memperkuat martabat serta rasa aman bagi penduduk di kawasan perbatasan.

"Pemerintah berupaya agar program tersebut dapat segera direalisasikan sesuai dengan mekanisme yang berlaku," tutur Makhruzi, Sekretaris BNPP RI.

Yulian Hani selaku warga setempat menyatakan bahwa profesinya sebagai petani sayur membuat dirinya kesulitan untuk merenovasi hunian secara mandiri. Ia menyambut baik kedatangan pejabat pemerintah yang melihat langsung kendala cuaca ekstrem yang sering mengancam keluarganya.

“Saya senang dan berterima kasih atas kedatangan bapak (Makhruzi). Mudah-mudahan rumah kami bisa segera diperbaiki,” kata Yulian, warga penerima bantuan.

Delegasi BNPP dalam kunjungan ini turut melibatkan Bupati Belu Willybrodus Lay, Kelompok Ahli BNPP RI Nur Kholis, Asisten Deputi BNPP RI Siti Metrianda Akuan, dan Kepala PLBN Motaain Maria Fatima Rika. Program 15.000 RTLH ini merupakan kolaborasi antara Mendagri, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, serta Badan Pusat Statistik.

Artikel terkait

Rekomendasi