BNPT Identifikasi Modus Rekrutmen Terorisme Melalui Fitur Chat Game Online

BNPT Identifikasi Modus Rekrutmen Terorisme Melalui Fitur Chat Game Online

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengidentifikasi adanya pergeseran modus operandi kelompok ekstremis yang kini menyasar anak-anak melalui fitur interaksi dalam permainan daring untuk penyebaran paham radikal dan rekrutmen terorisme.

Pakar politik siber dan kajian strategis Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta, Prakoso Aji, menjelaskan bahwa pendekatan kelompok radikal di ranah digital ini umumnya memanfaatkan fitur komunikasi yang tersedia di dalam platform permainan.

"Pola pendekatan kelompok ekstrem di ruang game online berpotensi didahului pada fitur-fitur interaksi yang ada di dalam game tersebut," kata Prakoso Aji dilansir dari Detik iNET, Kamis (14/5/2026).

Aji memaparkan bahwa setelah terjadi interaksi awal di dalam gim, pelaku biasanya akan menggiring target mereka ke platform komunikasi yang lebih privat untuk memperdalam pengaruh ideologi.

"Bagi gamer pemula sangat berpotensi untuk menerima ajakan tersebut. Interaksi yang dilakukan kemungkinan besar diawali dengan pembahasan seputar game yang dimainkan. Lalu setelah timbulnya kedekatan, berpotensi untuk dilanjutkan kepada pendekatan terkait ideologi ekstrem," jelasnya.

Guna membendung penyebaran paham tersebut, Aji menekankan pentingnya pengawasan negara yang tetap menghormati hak privasi warga negara, namun tetap menjadikan peran keluarga sebagai benteng utama perlindungan anak.

"Dibutuhkan peran dari keluarga khususnya, untuk memberikan pemahaman terhadap anak-anak kita agar terhindar dari ideologi ekstrem tersebut," ujarnya.

Langkah preventif lainnya yang diusulkan adalah penguatan landasan hukum melalui percepatan regulasi yang spesifik mengatur tentang ketahanan siber nasional guna melindungi masyarakat di ruang digital.

"Diperlukan juga percepatan pengesahan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber (KKS) untuk memperkuat payung regulasi ruang siber di Indonesia," pungkasnya.

Dalam kesempatan terpisah di Jakarta pada Kamis (30/4), Kepala BNPT Eddy Hartono mengonfirmasi bahwa salah satu platform yang dipantau menjadi sarana bujukan terhadap anak-anak adalah fitur percakapan dalam gim Roblox.

"Pencegahan ini sudah kami lakukan sejak tahun lalu. Kami berkolaborasi dengan berbagai kementerian, lembaga, dan aparat penegak hukum untuk memantau pola rekrutmen ini," ujar Eddy Hartono.

Menurut catatan BNPT, setidaknya terdapat 112 anak yang hampir menjadi korban melalui skema digital grooming oleh kelompok teroris yang telah terpantau sejak tahun 2024 lalu.

"Anak-anak tidak dilarang bermain game, tapi harus ada pendampingan. Mereka perlu tahu risiko interaksi dengan orang asing di dunia digital," pungkasnya.

Artikel terkait

Rekomendasi