BPA Fair 2026 Sukses Lelang Ratusan Aset Korupsi Kejagung

BPA Fair 2026 Sukses Lelang Ratusan Aset Korupsi Kejagung

Pameran dan lelang aset rampasan negara bertajuk BPA Fair 2026 sukses menarik perhatian besar dari masyarakat. Acara yang diinisiasi oleh Kejaksaan Agung Republik Indonesia ini bertempat di Kantor Badan Pemulihan Aset (BPA), Jakarta Selatan, dikutip dari Medcom.

Gelaran yang berlangsung sejak 18 hingga 21 Mei 2026 tersebut diramaikan oleh pengunjung yang ingin melihat langsung ratusan barang mewah hasil sitaan dari para terpidana korupsi. Kehadiran konten kreator fesyen sekaligus Co-Founder USS Networks, Jeffry Jouw atau Jejouw, bersama YouTuber DEANKT juga turut menambah sorotan pada acara ini.

"Iya benar ini barang panas, kalau kita tebus buat rakyat, siapa tahu jadi barang dingin. Kita senang lah maksudnya Kejaksaan juga mau mengasih lihat barang-barangnya yang ditangkap," ungkap Jejouw di kantor BPA Kejaksaan Agung Jakarta, dikutip dari Metrotvnews.com pada Jumat, 22 Mei 2026.

Jejouw secara terbuka menyatakan rasa penasaran terhadap aset mewah dari kasus korupsi timah yang melibatkan Harvey Moeis dan Sandra Dewi. Menurutnya, transparansi Kejaksaan melalui pameran dan lelang ini sangat positif, terutama jika seluruh hasil penjualan disalurkan kembali untuk masyarakat.

"Ya Insya Allah kalau koruptor jangan flexing-flexing, nanti ditangkap. Semoga (hasil lelang) dipergunakan untuk warga yang membutuhkan lah, semoga," lanjut Jejouw.

Sebanyak 308 aset sitaan dari beragam kasus korupsi besar dipamerkan sepanjang empat hari acara. Koleksi barang mewah yang dilelang meliputi tas dan perhiasan milik Sandra Dewi, mobil sport, hingga karya seni bernilai tinggi.

Sebagian besar barang lelang berhasil terjual dan melampaui ekspektasi awal pihak Kejaksaan Agung. Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Anang Supriatna, memaparkan tingkat keberhasilan lelang menembus angka 88 persen, melewati target awal yang ditetapkan sebesar 75 persen.

"Dari 308 aset yang dilelang, hanya delapan yang belum laku untuk saat ini. Ini akan menjadi bahan evaluasi dan masukan buat kami ke depannya," ujar Anang Supriatna, dikutip dari Top News Metro TV pada Jumat, 22 Mei 2026.

Aset yang belum terjual mencakup mobil mewah Mercedes-Benz serta lukisan emas. Seluruh barang tersebut akan ditinjau kembali sebelum dimasukkan ke dalam program lelang ulang pada periode berikutnya.

Kejaksaan Agung menegaskan komitmen untuk menjaga proses pemulihan aset negara hasil tindak pidana korupsi ini agar tetap berjalan transparan, profesional, dan akuntabel.

Artikel terkait

Rekomendasi