Badan Pemulihan Aset (BPA) Kejaksaan Agung berhasil membukukan total hasil lelang aset rampasan negara senilai Rp 997,4 miliar dalam acara BPA Fair 2026 yang berlangsung di Jakarta, Kamis (21/5).
Pencapaian dalam kegiatan yang digelar selama empat hari tersebut melonjak drastis hingga 481 persen jika dibandingkan dengan rata-rata hasil lelang bulanan konvensional di sepanjang tahun ini, sebagaimana dilansir dari Nasional.
Fokus penegakan hukum Kejaksaan Agung kini berpusat pada penguatan strategi pemulihan aset negara yang dinilai tercermin melalui lonjakan perolehan angka lelang tersebut.
"Keberhasilan penegakan hukum tidak cukup diukur dari lamanya hukuman penjara, melainkan dari seberapa besar kerugian keuangan negara yang dapat dikembalikan," ujar Burhanuddin, Jaksa Agung.
Seluruh dana hasil lelang ini nantinya akan segera disetorkan ke kas negara untuk menjadi penerimaan negara yang ditujukan bagi kepentingan masyarakat luas.
"Menurut dia, seluruh hasil lelang nantinya akan disetorkan ke kas negara sebagai penerimaan negara untuk kepentingan masyarakat."
Acara yang diselenggarakan pada 18 sampai 21 Mei 2026 di Kantor BPA Kebagusan ini melibatkan kerja sama dengan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan dan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
Kepala Badan Pemulihan Aset Kuntadi menjelaskan bahwa pelaksanaan tahun ini menorehkan performa lelang tertinggi sejak program tersebut pertama kali diadakan.
"Penyelenggaraan tahun ini mencatat performa lelang tertinggi sejak program tersebut digelar," ujar Kuntadi, Kepala Badan Pemulihan Aset.
Berdasarkan data rekapitulasi, dari total 308 unit aset yang ditawarkan, sebanyak 300 unit berhasil terjual kepada pemenang lelang dengan tingkat keberhasilan mencapai 88,64 persen.
Nilai total limit aset yang laku terjual berada di angka Rp 922,2 miliar, sementara kenaikan harga dari hasil lelang menyumbang Rp 74,7 miliar sehingga melengkapi total perolehan.
Salah satu objek dengan kenaikan harga tertinggi diduduki oleh sepeda motor Harley Davidson Road Glide yang mengalami lonjakan nilai hingga 930,86 persen serta menarik minat 349 peserta lelang.
Selain barang rampasan konvensional, BPA Fair 2026 turut mendiversifikasi aset investasi dengan menghadirkan lelang karya seni lukis serta instrumen musik.
Langkah inovatif ini sengaja diterapkan dengan tujuan memperluas cakupan peserta lelang sekaligus mengedukasi publik mengenai seni dan musik sebagai bentuk investasi jangka panjang.
"Inovasi tersebut dilakukan untuk memperluas basis peserta lelang sekaligus memperkenalkan seni dan musik sebagai aset investasi jangka panjang," ujar Kuntadi, Kepala Badan Pemulihan Aset.
Penyelenggaraan kegiatan selama empat hari ini tercatat sukses mendatangkan lebih dari 1.900 pengunjung serta melibatkan sekitar 1.700 peserta lelang.
Pihak BPA berharap tingginya antusiasme masyarakat dapat mendorong kegiatan ini menjadi agenda tahunan demi mendukung optimalisasi penerimaan negara dan memperkuat stabilitas fiskal nasional.